Masyarakat setempat masih menghormati kisah ini sebagai bagian dari identitas budaya mereka, meskipun sains telah memberikan penjelasan yang lebih logis dan rasional.
Banyak ahli antropologi yang menyatakan bahwa cerita ini merupakan representasi budaya yang kaya dari masyarakat Batak.
Kisah ini menggambarkan bagaimana alam memiliki kekuatan yang sangat besar dan harus dihormati. Selain itu, cerita ini juga memperlihatkan hubungan erat antara manusia dan lingkungan dalam budaya Batak.
Meski kisah kutukan Danau Toba hanyalah legenda, tidak bisa dipungkiri bahwa legenda ini memiliki nilai historis dan budaya yang sangat berarti bagi masyarakat Batak dan Indonesia secara umum.
Dalam hal ini, legenda dan fakta ilmiah tidak perlu saling bertentangan, tetapi justru saling melengkapi.
Kisah legenda menambah kekayaan budaya dan daya tarik wisata, sementara sains memberikan pemahaman mendalam tentang proses alam yang menciptakan keajaiban seperti Danau Toba.
Jadi, apakah Danau Toba benar-benar terbentuk dari kutukan ? Secara ilmiah, jawabannya adalah tidak. Danau Toba terbentuk dari letusan gunung berapi yang sangat kuat. Namun, kisah legenda tersebut tetap hidup sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia yang patut dilestarikan.
Dengan demikian, pengunjung dapat menikmati keindahan alam Danau Toba sambil meresapi nilai-nilai budaya yang diwariskan melalui cerita rakyat ini.