Anwar Berkeley, Oleh: Dahlan Iskan

Rabu 06 Nov 2024 - 19:30 WIB
Reporter : Gale
Editor : Radian

BACAKORANCURUP.COM - Saya ikut Ari Sufiati mengantarkan Nico ke University of California Berkeley. Perjalanan satu setengah jam dari rumahnya di selatan Silicon Valley, tidak jauh dari kantor pusat Apple tempatnya bekerja.

Nico adalah calon sarjana baru robotic Unair yang lolos tes program Global Leadership satu bulan di Amerika.

Program itu dilahirkan oleh Ari Sufiati dan Dian Widhiati dari Houston. Dua wanita itu pendiri yayasan Indonesia Lighthouse, dan sama-sama pengurus inti IKA Unair wilayah Amerika.

Salah satu programnya: merasakan masuk kelas di UC Berkeley. Dua kali. Lalu ke lab di situ, dibimbing seorang profesor di sana.

BACA JUGA:Target Dani-Sukatno, Jalan Terang, Kompensasi Pajak Listrik 10 Persen

BACA JUGA:RK Disebut Paling Disukai Gen Z

Saya tidak ikut masuk kelas. Saya ikut ke lab mechanical engineering-nya.

Saya bertemu sang profesor pembimbing. Salaman. Namanya: George Anwar. Ia alumnus teknik nuklir dan teknik mesin di UC Berkeley. Lalu master dan doktornya di mechanical engineering.

"Kenapa nama belakang Anda Anwar?" tanya saya dalam bahasa Inggris.

"Saya kan orang Indonesia," jawabnya, juga dalam Inggris.

"Indonesia? Dari mana?" tanya saya lagi masih dalam Inggris. Saya tidak sepenuhnya percaya.

Ia pun membuka tas kecil. Mengeluarkan paspor.

"This is my passport," katanya.

Benar, paspor Indonesia. Hijau. Bergambar Garuda.

Saya buka paspor itu. Nama yang tertera di situ bukan George Anwar, tapi Djodji Anwar.

Kategori :

Terkait

Selasa 24 Feb 2026 - 17:50 WIB

Kolegium MK Oleh: Dahlan Iskan,

Kamis 19 Feb 2026 - 21:10 WIB

Tiga Huruf, Oleh: Dahlan Iskan

Rabu 18 Feb 2026 - 19:10 WIB

Produksi Massal, Oleh: Dahlan Iskan

Selasa 17 Feb 2026 - 19:08 WIB

Puncak Gunung, Oleh: Dahlan Iskan

Senin 16 Feb 2026 - 20:30 WIB

Tarim Habib, Oleh: Dahlan Iskan