Dikenal Miliki Khasiat yang Luar Biasa, Buah Khas Indonesia Ini Diburu Warga Eropa Lho!

Sabtu 05 Apr 2025 - 09:00 WIB
Reporter : ari
Editor : meyin

BACAKORANCURUP.COM- Selama ini, masyarakat global lebih akrab dengan buah tropis seperti rambutan dan durian sebagai ikon dari kekayaan alam Indonesia. Namun, ternyata ada satu lagi buah asli Indonesia yang tak kalah populer di mata dunia, yaitu sukun.

Kepopuleran sukun di dunia tak lepas dari bayangan orang Eropa tentang buah yang sangat bergizi. Selama berabad-abad, mereka membayangkan adanya buah yang memiliki keunggulan luar biasa dibandingkan buah lainnya, meskipun tidak tersedia di iklim dingin Eropa.

Barulah ketika era penjelajahan laut dimulai, para penjelajah Eropa akhirnya menemukan buah ini—dan ternyata, buah tersebut berasal dari Indonesia.

 

Sukun & "Breadfruit"

 

Di wilayah yang berjarak lebih dari 10.000 km dari Eropa, yaitu Kepulauan Nusantara, buah yang selama ini hanya ada dalam imajinasi orang Eropa tumbuh dengan mudah. Buah itu adalah sukun.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa sukun tersebar luas di wilayah Nusantara dan Pasifik. Bahkan, Candi Borobudur menggambarkan sukun sebagai sumber pangan penting pada masa lampau.

Interaksi pertama bangsa Eropa dengan sukun, atau Artocarpus altilis, terjadi pada abad ke-17. Kala itu, buah ini telah menyebar ke berbagai kepulauan Pasifik berkat pembudidayaan oleh para imigran selama ribuan tahun.

Penjelajah Inggris William Dampier menjadi orang Eropa pertama yang mencatat tentang buah ini saat singgah di Guam tahun 1686. Ia melihat buah aneh dari pohon besar yang tidak memiliki biji, lalu menamakannya breadfruit atau buah roti karena rasanya mirip roti bakar setelah dipanggang.

Dalam bukunya A New Voyage Round the World (1697), Dampier menyebut bahwa buah ini lezat, berguna untuk mengatasi kelaparan, dan bahkan bisa mencegah penyakit seperti kudis.

Setibanya di Eropa, kisah tentang breadfruit langsung memancing rasa penasaran. Namun karena sulit dijangkau, keingintahuan itu hanya tinggal angan.

Tak hanya Dampier, seorang ilmuwan Belanda, Rumphius, juga menulis tentang keajaiban sukun dalam Herbarium Amboinense (1741), menyebutnya sebagai pangan kaya nutrisi yang bisa menjadi solusi saat krisis makanan.

 

BACA JUGA:Wow ! Tradisi Unik April Mop Ternyata Miliki Sejarah Panjang

Kategori :