Daging Kambing Lebih Sehat dari Sapi ? Ini Penjelasan Ilmiahnya !

Minggu 27 Jul 2025 - 11:00 WIB
Reporter : Lola Angraeni
Editor : radian

BACAKORANCURUP.COM - Di Indonesia, daging kambing dan sapi merupakan dua jenis protein hewani yang sering disajikan dalam berbagai kesempatan, mulai dari acara keluarga, perayaan keagamaan, hingga hidangan sehari-hari.

Kedua jenis daging ini memiliki cita rasa yang khas dan kaya akan nutrisi. Namun, di balik kelezatannya, keduanya juga kerap dikaitkan dengan risiko peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh. Jadi, dari kedua jenis daging tersebut, mana yang lebih layak dikonsumsi bagi orang yang ingin mengontrol kadar kolesterolnya ?

Banyak orang beranggapan bahwa daging kambing memiliki kandungan kolesterol yang jauh lebih tinggi dibandingkan daging sapi. Padahal, jika dilihat dari data gizi, perbedaannya sangat kecil. Dalam satu ons (sekitar 28 gram) daging kambing giling yang telah dipanggang, terdapat sekitar 27 miligram kolesterol.

Sebagai pembanding, daging sapi tanpa lemak dengan takaran yang sama mengandung sekitar 26 miligram kolesterol. Perbedaan satu miligram ini menunjukkan bahwa anggapan umum tersebut tidak sepenuhnya akurat.

BACA JUGA:Penting ! Bedakan Henti Jantung dan Serangan Jantung agar Tak Salah Tindakan

BACA JUGA:Sensasi Kopi Creamy Tanpa Susu ? Coba Racikan Kopi Yogurt Vietnam Ini !

Jika Anda sedang menjalani pola hidup sehat atau memiliki perhatian khusus terhadap kadar kolesterol, daging kambing tetap bisa dikonsumsi selama dalam jumlah yang wajar dan diolah dengan cara yang tepat.

Pilihlah bagian daging yang rendah lemak seperti tenderloin atau bagian kaki kambing, dan hindari metode memasak yang menggunakan banyak minyak atau santan.

Teknik memasak seperti merebus, memanggang, atau mengukus bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk mempertahankan kandungan gizi tanpa menambahkan lemak jenuh berlebih.

Salah satu keunggulan daging kambing terletak pada cara pemeliharaannya. Kambing umumnya dibesarkan secara alami di pedesaan, dengan pakan utama berupa rumput, daun-daunan, dan hijauan lain tanpa campuran bahan kimia.

Hal ini berbeda dengan sapi yang sering kali dipelihara dalam sistem peternakan industri berskala besar, di mana pemberian pakan bisa mengandung zat tambahan buatan untuk mempercepat pertumbuhan.

Karena diberi makan alami, daging kambing memiliki kandungan lemak yang cenderung lebih sehat. Salah satu yang menonjol adalah kandungan asam lemak omega-3. Jenis lemak ini diketahui bermanfaat untuk mendukung kesehatan jantung serta berperan dalam mengurangi peradangan di dalam tubuh.

Bahkan, perbandingan antara omega-3 dan omega-6 yang terdapat dalam daging kambing dinilai lebih seimbang dibandingkan daging sapi, sehingga lebih cocok untuk menunjang pola makan sehat.

Hewan ternak yang dibesarkan dengan pola makan alami, seperti kambing yang makan rumput, cenderung menghasilkan daging dengan kualitas yang lebih baik. Daging tersebut bukan hanya lebih bergizi, tetapi juga mengandung lebih sedikit lemak jenuh dan zat aditif.

Dari sisi kesehatan, ini jelas memberikan nilai tambah bagi konsumen yang ingin mengonsumsi daging merah tanpa harus mengkhawatirkan risiko penyakit jantung atau kadar kolesterol yang meningkat.

Secara keseluruhan, baik daging kambing maupun daging sapi bisa menjadi sumber protein hewani yang baik. Namun, jika mempertimbangkan aspek kesehatan, terutama kandungan lemak, pola pemeliharaan hewan, serta nutrisi alami, daging kambing bisa menjadi pilihan yang lebih unggul. Tentunya, semua kembali pada cara pengolahan dan porsi konsumsi yang seimbang.

Jadi, tak perlu ragu menikmati daging kambing, selama Anda bijak dalam memilih potongan daging dan mengolahnya dengan metode yang sehat. Tubuh sehat tetap bisa tercapai tanpa harus menghindari makanan favorit, asalkan dikonsumsi dengan tepat dan dalam batas yang wajar.

Kategori :