Gregoria Mariska Absen dari Semua Turnamen 2026

Rabu 31 Dec 2025 - 15:05 WIB
Reporter : Admin
Editor : Ab Gafur

BACAKORANCURUP.COM - Gregoria Mariska Tunjung dipastikan absen pada semua laga pada tahun 2026. Tunggal putri utama Indonesia itu akan menepi untuk pemulihan penyakit vertigo. BWF telah menyetujui permohonan proteksi peringkat (protected rangking).

“Permohonan protected ranking tersebut diajukan oleh PBSI sesuai dengan regulasi BWF. Sehubung dengan kondisi medis berupa penyakit vertigo yang dialami oleh Gregoria Mariska Tunjung,” tulis PBSI.

Menurut keterangan resmi dari PBSI, Gregoria mengajukan proteksi dengan masa berlaku minimal tiga bulan hingga satu tahun. Pengajuan itu berlaku terhitung mulai tanggal 30 Desember 2025. Dengan persetujuan dari BWF itu, artinya Gregoria absen selama satu tahun. Peraih perunggu Olimpiade Paris 2024 tersebut tidak akan mengikuti kalender kompetisi PBSI maupun BWF World Tour 2026.

“Kondisi tersebut (vertigo) memerlukan penanganan medis secara berkelanjutan serta masa pemulihan yang terukur. Sehingga Gregoria tidak dapat berpartisipasi dalam rangkaian turnamen internasional yang ada di kalender kompetisi BWF,” lanjut PBSI.

BACA JUGA: Siaran Piala Dunia 2026 Langsung di TVRI, Gratis dan Gak Ribet!

BACA JUGA:Lando Norris Juara Dunia Formula 1 2025

Kebijakan proteksi peringkat itu merupakan kebijakan untuk melindungi posisi peringkat atlet akibat ketidakhadiran dari kompetisi. Ketidakhadiran itu disebabkan oleh kondisi medis atau alasan lain yang disetujui oleh BWF. Dengan disetujuinya proteksi ranking dari BWF itu, ranking Gregoria tidak akan tergeser meski ia tidak mengikuti turnamen selama satu tahun. Saat ini Gregoria menduduki peringkat 14 dunia.  

“Keputusan ini memberikan ruang bagi atlet untuk fokus menjalani pemulihan tanpa harus terbebani oleh konsekuensi terhadap peringkat dunia. PBSI terus berkomitmen memberikan dukungan penuh agar Gregoria bisa kembali bertanding dalam kondisi terbaik,” ungkap Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian. Ini menjadi kedua kalinya Gregoria menggunakan proteksi peringkat. Sebelumnya ia mengajukan untuk masa berlaku tiga bulan pada April-Juni lalu. Gregoria masih berjuang untuk menyembuhkan penyakit vertigo.

Kondisi tersebut membuat Gregoria melewatkan momen-momen penting. Ia mundur dari skuad Piala Sudirman 2025. Gregoria baru kembali lagi di ajang Japan Open 2025. Tetapi performanya terhambat karena penyakitnya tersebut. Gregoria juga menjadi bagian dari kontingen Indonesia di SEA Games 2025. Multievent Asia Tenggara dua tahunan itu merupakan turnamen terakhir yang ia ikuti.

BACA JUGA:John Herdman Segera Diumumkan PSSI untuk Besut Timnas Indonesia

BACA JUGA:NOC Indonesia Kawal Maksimal Rizki Juniansyah dan Rahmat Erwin, Menuju Olimpiade 2028

Gregoria meraih perak pada nomor individu setelah kalah dari rivalnya, Ratchanok Intanon.   Kumamoto Masters Japan 2025 menjadi ajang BWF World Tour terakhir Gregoria. Hasilnya tidak mengecewakan meski kalah dari Intanon di babak final. Gregoria mencapai final tiga edisi beruntun turnamen Super 500 itu. (*)

 

 

Kategori :