Point 100, Oleh: Dahlan Iskan

Selasa 20 Jan 2026 - 23:17 WIB
Reporter : Admin

Mungkin Anda yang bisa menilai: ini penipuan atau tidak. Ini bisnis online. B2B. Pusatnya di Illinois, Amerika Serikat. Berarti di seputaran Chicago. Namanya: SPS Commerce. Tentu ia yang saya maksud ini adalah anak muda. Tidak terlalu muda. Alumnus kimia. Sudah bekerja mapan di perusahaan besar. Istrinya alumnus Universitas Brawijaya, jurusan bahasa Inggris.

Maksud saya: ia cukup cerdas untuk menilai bisnis baru yang ia terjuni itu. Apalagi ia sudah berpengalaman menjalankan usaha. Waktu kuliah ia sambil dagang beras. Lalu dagang gula.

Ia juga sudah berpengalaman ”jatuh”. Dua kali. Yakni saat terjun ke bisnis kuliner: pecel dan rawon. Tidak sampai satu tahun tutup. Lalu kuliner lagi. Tutup lagi.

Sudah pula mencoba bisnis pertanian. Ia sewa sawah. Tidak sampai setengah hektare. Ditanami melon. Pengelolaannya diserahkan ke petani kenalanmya. Empat bulan kemudian si petani lapor: tanaman melonnya mati semua. Empat bulan, seandainya tidak mati, tentu sudah panen.

"Jangan-jangan sudah panen, uangnya hilang, lalu lapor tanamannya mati?" tanya saya.

"Tidak tahu," jawabnya.

Namanya Moh Yusuf. Tinggal di Pasuruan, Jatim.

Setelah itu Yusuf membuat akun pribadi di medsos. Saya sendiri baru sekali ini dengar nama akun itu --maklum orang tua. Itulah akun untuk menjaring pertemanan.

Yusuf tertarik membuat akun di situ karena bisa dipercaya. Harus pakai nama asli. Identitas juga harus asli. Bahkan setiap melakukan kontak harus menyertakan Google map: bisa diketahui sedang di mana saat posting itu dilakukan.

Ada satu orang yang menyapanya: ”Hi”. Juga hanya dijawab ”hi” oleh Yusuf.

Akhirnya mereka berkenalan. Saling bertukar nomor WA. Dari komunikasi itu akhirnya saling tahu. Yusuf tahu dia kerja apa. Dia juga tahu Yusuf kerja di perusahaan apa.

Di tahap itulah akhirnya dia nyeletuk: "kerja saya tidak seberat kerja Anda. Lebih santai," katanyi. Yakni kerja buka toko online di SPS Commerce.

Menurut Yusuf tidak ada nada dia mengajak dirinya terjun ke bisnis itu. Justru Yusuf yang banyak bertanya: apa dan bagaimana bisnis itu.

Intinya: Yusuf bisa buka toko di SPS Commerce. Tinggal menawarkan jual apa. Yusuf pun konsultasi dengan si dia: baiknya jualan apa.

Si dia menjawab: pengaruh Covid-19 masih terasa. Baiknya bisnis yang ada hubungannya dengan sanitasi dan kebugaran: masker, cairan sanitasi, tisu, vitamin, dan sebangsanya.

Yusuf pun menuruti saran itu: ia menawarkan 50 item di toko onlinenya.

Kategori :

Terkait

Jumat 23 Jan 2026 - 20:17 WIB

Transformasi Ngambek, Oleh: Dahlan Iskan

Rabu 21 Jan 2026 - 19:02 WIB

Pati Madiun, Oleh: Dahlan Iskan

Selasa 20 Jan 2026 - 23:17 WIB

Point 100, Oleh: Dahlan Iskan

Senin 19 Jan 2026 - 19:24 WIB

Rambo Batman, Oleh: Dahlan Iskan

Minggu 18 Jan 2026 - 19:09 WIB

Omon Kenyataan, Oleh: Dahlan Iskan