Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Semester 1 Realisasi PAD Baru 33 Persen

ist Ilustrasi PAD.--

BACAKORANCURUP.COM - Dengan kondisi pada semester I tahun 2025 ini capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD)  baru mencapai 33 persen. Dimana ini sesuai yang disampaikan pihak Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Rejang Lebong. 

Wakil Ketua II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rejang Lebong, Lukman Effendi SH, mewarning dan meminta pada seluruh pihak jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada untuk kebut dalam memaksimalkan capaian PAD di Rejang Lebong.  

"Semester I ini realisasi PAD kita baru 33 persen, tentu angka ini cukup rendah, dengan itu kita minta agar OPD bisa menjadi capaian tersebut acuan untuk memaksimalkan capaian PAD tersebut," sampainya beberapa waktu lalu

BACA JUGA:14 Armada Sampah Layani 7 Kelurahan di Kepahiang, Ini Harapan Bupati

BACA JUGA:Timnas U-17 Kalahkan Uzbekistan 1-0

Adapun pihaknya mempersilahkan pihak OPD kebut capaian PAD, sesuai dengan target yang telah diberikan pada masing - masing. Dan pihaknya mengingatkan jika PA sendiri menjadi sumber keuangan untuk pembangunan di Rejang Lebong, sehingga memang harus bahu membahu untuk ditingkatkan capaian nya.  

"Jangan sampai dengan lambannya realisasi PAD ini, nantinya jika tidak dikebut, maka mempengaruhi anggaran APBD Rejang Lebong pada tahun 2026 mendatang," sampainya. 

Terpenting pada APBD Rejang Lebong,  sejumlah sub anggaran bergantung pada PAD tersebut, sehingga memang masing - masing OPD atau 33 OPD yang ada agar ekstra dalam memenuhi target. Pasalnya pihaknya melihat saat ini masih cukup banyak sektor PAD dengan potensi tinggi, namun belum saja dimaksimalkan. 

"Kita minta OPD bisa cela dalam memenuhi PAD yang telah menjadi target masing - masing OPD tersebut, pasalnya sebelum target diberikan, hal tersebut sudah  berdasarkan hitungan atau estimasi yang jelas, untuk bisa digapai masing - masing OPD," jelasnya. 

Jika tidak dimaksimalkan maka Rejang Lebong akan terus berkutik pada defisit anggaran yang tidak kunjung terpenuhi, seperti dalam RAPBD Perubahan yang saat ini tengah dibahas.

Perlu diketahui jika berpatokan pada tahun sebelumnya ada beberapa sektor yang ada dapat menyumbang PAD yang cukup besar, dengan itu maka OPD lain juga bisa mencontoh sektor tersebut bagaimana mereka bisa memaksimalkannya, dan melihat cela PAD yang bisa dimaksimalkan untuk masuk dalam PAD Rejang Lebong. 

 Serta pihaknya terus mencari referensi untuk melihat cala PAD yang bisa dimaksimalkan di Rejang Lebong, atau cela baru untuk masuk PAD di Rejang Lebong, dan juga dewan tetap melakukan pemantauan sebagai bentuk pengawasan terhadap PAD ini, untuk menghindari kebocoran PAD di Rejang Lebon," pungkasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan