Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Rumah Impian & Setara Project Pulihkan Anak Panti Lewat Kelas Seni

Kelas Pemulihan dan pengembangan kreativitas seni anak. -Razik/CE -

BACAKORANCURUP.COM - Dua komunitas sosial, Setara Project dan Rumah Impian Project, berkolaborasi menggelar kegiatan bertajuk “Kelas Pemulihan dan Pengembangan Kreativitas Seni Anak” di Panti Asuhan Aisyiyah Curup, Minggu (19/10). Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak panti untuk menyalurkan ekspresi, mengasah bakat, dan memperkuat ketahanan psikologis melalui pendekatan seni.

Kelas ini diisi dengan berbagai kegiatan kreatif seperti menggambar, menulis, drama, dan musik, yang dirancang secara interaktif agar anak-anak dapat belajar sekaligus mengekspresikan diri secara bebas dan menyenangkan.

Founder Rumah Impian Project, Nando Caesar Utama, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi psikologis anak-anak panti yang kerap menghadapi tekanan emosional dan keterbatasan ruang berekspresi.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyediakan ruang aman dan nyaman untuk pemulihan psikologis anak-anak melalui kegiatan seni. Kami ingin membantu mereka mengekspresikan perasaan, pikiran, dan pengalaman hidup mereka secara kreatif,” ujar Nando saat ditemui di lokasi kegiatan.

BACA JUGA:Cheng Li-wun Oleh: Dahlan Iskan

BACA JUGA:Pekan Ini Rencananya Pelantikan PPPK Tahap I Digelar

Lebih lanjut, Nando menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai terapi psikososial berbasis seni (art-based psychosocial support). Melalui pendekatan ini, anak-anak diharapkan mampu mengurangi tekanan emosional dan membangun ketahanan diri menghadapi tantangan kehidupn.

“Kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak, meningkatkan kemampuan komunikasi mereka, serta mengembangkan potensi seni yang mungkin belum sempat muncul. Seni bisa menjadi jembatan yang kuat untuk penyembuhan dan pertumbuhan,” tambahnya.

Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga memberikan edukasi dan pendampingan berbasis trauma-informed, yaitu pendekatan yang memperhatikan kebutuhan psikologis anak dengan latar belakang pengalaman hidup yang beragam.

Menurut Nando, pendekatan tersebut penting agar kegiatan berjalan sesuai kebutuhan emosional anak dan tidak menimbulkan tekanan baru.

“Kami berupaya agar setiap kegiatan berlangsung dalam suasana empati dan penghargaan terhadap pengalaman anak-anak. Mereka perlu didengar dan diberi ruang untuk tumbuh,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh itu juga melibatkan sejumlah relawan muda dari komunitas lokal. Anak-anak tampak antusias mengikuti sesi menggambar dan bermain peran yang dipandu oleh fasilitator dari Setara Project dan Rumah Impian Project.

Sementara itu, pengurus Panti Asuhan Aisyiyah menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya mendukung kesejahteraan mental anak-anak asuh.

Di akhir kegiatan, Nando berharap agar kegiatan seperti ini bisa diperluas ke panti-panti asuhan lain di Kabupaten Rejang Lebong.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan