Perketat Pengawasan PAD Wisata, Bupati Instruksikan Uji Petik Selama Libur Nataru
Suban Air Panas, Salah satu Objek Wisata Andalan di Rejang Lebong.-Razik/CE -
BACAKORANCURUP.COM — Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong bersiap memperketat pengawasan terhadap pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Bupati Rejang Lebong, H. M. Fikri, SE, MAP, memerintahkan Dinas Pariwisata melakukan uji petik langsung di tiga destinasi wisata yang menjadi sumber utama PAD.
Dalam pernyataannya, Bupati Fikri menekankan pentingnya transparansi dan akurasi data kunjungan wisatawan selama libur panjang. Ia menilai momen Nataru adalah kesempatan penting yang tidak boleh disia-siakan oleh pengelola objek wisata.
“Kita tidak ingin ada kebocoran PAD. Jumlah pengunjung harus tercatat jelas. Jangan sampai alasan ‘pengunjung sepi’ terus digunakan, padahal kita tidak punya data pembanding yang akurat,” tegas Fikri.
Menurutnya, laporan terbaru menunjukkan sekitar 40 persen target PAD pariwisata masih belum tercapai. Karena itu, ia menilai Dinas Pariwisata harus memastikan pemungutan retribusi selama Nataru benar-benar maksimal.
BACA JUGA:Belasan Siswa SD di Rejang Lebong Terinfeksi Cacing Usus, Dinkes Turun Tangan
BACA JUGA:Ini Motif Ayah Kandung Aniaya Bayi 5 Bulan hingga Tewas
“Saya instruksikan agar Dinas turun langsung ke lokasi. Kalau hanya mengandalkan kunjungan hari biasa, tentu tidak akan terkejar. Di lapangan nanti akan kelihatan bagaimana kondisi sebenarnya,” tambahnya.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos, M.Si, memastikan pihaknya telah menyiapkan langkah konkret. Ia menyebutkan bahwa pengawasan akan dilakukan secara intensif melalui petugas khusus yang diturunkan selama masa libur.
“Kami sudah menugaskan tim untuk mengawasi pemungutan retribusi di tiga objek wisata. Mereka akan memastikan pencatatan pengunjung berjalan transparan dan tidak ada potensi kebocoran,” ujar Riki.
Ia juga menegaskan bahwa lonjakan kunjungan wisata di Rejang Lebong memang biasanya terjadi pada hari-hari besar, termasuk Nataru dan Lebaran.
“Saat libur besar, grafik kunjungan naik signifikan. Itulah momen yang paling menentukan capaian PAD. Kalau hari biasa atau libur sekolah, kenaikannya tidak terlalu besar,” jelasnya.
Tiga objek wisata yang menjalani pengawasan khusus itu adalah Pemandian Suban Air Panas di Kelurahan Talang Ulu, Danau Mas Harun Bastari, serta villa eks Balai Diklat di Desa Sambirejo, Kecamatan Selupu Rejang.
Dengan pengawasan ketat pada periode libur akhir tahun ini, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong berharap realisasi PAD sektor pariwisata dapat lebih optimal, sekaligus memperbaiki tata kelola pengelolaan destinasi wisata di masa mendatang.