BBM Sulit Ganggu Pengangkutan Sampah, Penumpukan Terjadi di Sejumlah Titik Kota Curup
Langka: Armada Pengangkut Sampah kewalahan Imbase BBM di Rejang Lebong Mengalami kelangkaan-Razik/CE-
BACAKORANCURUP.COM – Dampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Rejang Lebong semakin meluas dan mulai mengganggu berbagai sektor pelayanan publik.
Salah satu yang terdampak adalah operasional armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rejang Lebong. Dalam dua hari terakhir, sejumlah titik di wilayah Kota Curup terlihat mengalami penumpukan sampah akibat truk pengangkut tidak dapat beroperasi secara maksimal.
Kelangkaan BBM yang terjadi sejak beberapa hari terakhir membuat sejumlah truk pengangkut sampah kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar untuk menjalankan aktivitas rutin. Armada yang biasanya beroperasi sejak pagi terpaksa menghentikan layanan karena tidak memperoleh BBM dari SPBU di wilayah Curup.
Kepala DLH Rejang Lebong, Asli Samin, membenarkan bahwa keterbatasan BBM menjadi kendala utama yang menghambat proses pengangkutan sampah. Menurutnya, pihak DLH telah berupaya menjalin koordinasi dengan beberapa SPBU untuk memastikan ada pasokan BBM bagi kendaraan operasional. Namun hingga kini, suplai yang diharapkan belum tersedia.
DLH menyatakan tetap mengupayakan pelayanan kebersihan berjalan meski dengan kondisi terbatas. Pengangkutan sampah dilakukan secara bertahap sesuai jumlah BBM yang tersedia, sehingga beberapa lokasi harus menunggu lebih lama hingga armada bisa kembali beroperasi.
“Kami berusaha menjaga kebersihan kota seoptimal mungkin, tetapi situasi kelangkaan BBM ini membuat jadwal pengangkutan harus disesuaikan. Penumpukan sampah di beberapa titik tidak dapat dihindari,” ujar Asli.
Warga diminta untuk memahami situasi sementara ini, terlebih DLH terus memonitor lokasi-lokasi yang mengalami peningkatan volume sampah. DLH berharap pemerintah dan pihak terkait segera menangani persoalan kelangkaan BBM agar operasional armada dapat kembali normal.
Jika pasokan BBM kembali stabil, DLH memastikan seluruh armada akan dikerahkan untuk membersihkan penumpukan yang sempat terjadi, sehingga kebersihan kota tetap terjaga.