Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Target PAD Sektor Wisata Rejang Lebong Diupayakan Naik Tahun Depan

Objek Wisata Danau Mas Harus Bastari (DMHB).-Razik/CE -

BACAKORANCURUP.COM — Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tengah mengupayakan peningkatan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari sektor pariwisata. Langkah ini dilakukan menyusul evaluasi terhadap kinerja sejumlah objek wisata yang dinilai masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara optimal.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong, Riki Irawan, S.Sos, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya bersama tim optimalisasi PAD daerah sedang melakukan kajian ulang terhadap target penerimaan dari objek wisata yang dikelola pemerintah daerah.

“Untuk sementara, ada dua objek wisata utama yang menjadi perhatian kami, yakni Suban Air Panas dan Danau Mas Harun Bastari. Target PAD dari dua objek ini masih relatif rendah jika dibandingkan dengan potensi kunjungannya,” kata Riki.

BACA JUGA:Ini Enam Pejabat Kandidat Sekda Rejang Lebong

BACA JUGA:Nasib 362 PPPK Paruh Waktu di Rejang Lebong Masih Menunggu Kepastian

Menurutnya, selama ini masing-masing objek wisata tersebut hanya dibebankan target PAD sekitar Rp200 juta per tahun. Padahal, dengan pengelolaan yang lebih baik serta peningkatan jumlah kunjungan, nilai tersebut dinilai masih bisa ditingkatkan secara bertahap.

Selain itu, rencana hibah salah satu aset wisata kepada institusi pendidikan juga menjadi pertimbangan dalam penyesuaian target PAD. Oleh karena itu, Pemkab Rejang Lebong berupaya menyeimbangkan antara pengembangan aset daerah dan optimalisasi pendapatan.

Sebagai langkah konkret, Dinas Pariwisata akan melakukan uji petik langsung di lapangan, khususnya pada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Momentum ini dipilih karena biasanya terjadi lonjakan kunjungan wisatawan.

“Dari uji petik tersebut, kami bisa melihat realisasi pendapatan secara riil, sekaligus menjadi dasar untuk menentukan target PAD yang lebih rasional ke depan,” jelasnya.

Riki menambahkan, evaluasi juga mencakup retribusi tempat hiburan dan rekreasi yang selama ini menjadi salah satu penyumbang PAD sektor pariwisata. Hasil evaluasi tersebut nantinya akan disampaikan sebagai bahan pembahasan dalam penyusunan APBD tahun berikutnya.

Meski fokus pada optimalisasi PAD, Pemkab Rejang Lebong menegaskan pengembangan pariwisata tidak semata-mata berorientasi pada pendapatan. Pemerintah daerah tetap mendorong tumbuhnya desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat, meskipun belum dibebankan target PAD.

“Yang terpenting pariwisata bisa menggerakkan ekonomi warga. PAD akan mengikuti jika ekosistem wisatanya sudah kuat,” pungkas Riki.

Dengan upaya tersebut, sektor pariwisata diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap keuangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Rejang Lebong

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan