Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Antisipasi Banjir, Bupati Rejang Lebong Bakal Libatkan Sispala Hijaukan DAS Kritis

Koordinasi gerakan penanaman pohon-ist-

BACAKORANCURUP.COM - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong mengambil langkah antisipatif jangka panjang dalam menekan risiko banjir dan longsor dengan menggencarkan program penghijauan di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis. Kali ini, Pemkab melibatkan langsung Kelompok Siswa Pecinta Alam (Sispala) dari SMA dan SMK se-Kabupaten Rejang Lebong.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati Rejang Lebong, H. M. Fikri, S.E., M.AP, saat memimpin rapat koordinasi gerakan penanaman pohon di Ruang Rapat Bupati, Selasa (6/1). Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kerusakan lingkungan, khususnya di daerah aliran sungai, menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir dan longsor. Karena itu, keterlibatan Sispala ini sangat strategis sebagai bagian dari solusi jangka panjang,” ujar Bupati Fikri.

Ia menyoroti sejumlah wilayah, terutama kawasan Lembak, yang beberapa waktu lalu terdampak banjir cukup parah. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari menurunnya daya dukung lingkungan akibat berkurangnya tutupan vegetasi.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan penanganan darurat. Penghijauan DAS harus dilakukan secara berkelanjutan, dan hasilnya baru bisa dirasakan 15 sampai 20 tahun ke depan,” tegasnya.

Program penghijauan ini bukanlah langkah awal. Sebelumnya, Pemkab Rejang Lebong telah melaksanakan penanaman pohon di Desa Kayu Manis dan Desa Cawang Lama dengan melibatkan Forkopimda, mahasiswa IAIN Curup, komunitas pecinta alam, serta masyarakat. Dari kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 500 bibit pohon telah berhasil ditanam.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Suradi, S.P., M.Si, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh program tersebut. Ia menyebutkan, instansinya menyiapkan 5.000 bibit pohon untuk penghijauan lanjutan.

“Kami sudah menyiapkan sekitar 5.000 bibit, terdiri dari durian, petai, bambang lanang, hingga kayu bawang. Bibit ini akan ditanam di DAS kritis, lahan kritis, dan juga bekas area tambang,” jelas Suradi.

Dukungan juga datang dari kalangan penggiat lingkungan. Pembina Sispala, Ruli Sumanda, menyebut pelibatan siswa tidak hanya sebatas penanaman pohon, tetapi juga akan dibarengi dengan pembinaan berkelanjutan.

“Sispala akan kami bekali dengan pelatihan konservasi, SAR dasar, hingga kegiatan olahraga alam bebas yang berwawasan lingkungan,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Curup, Reni Merfiani, S.E., M.A.K, memastikan pihaknya siap mengoordinasikan sekolah-sekolah agar siswa dapat terlibat aktif tanpa mengganggu proses belajar mengajar.

“Kami mendukung penuh. Jadwal akan kami atur agar kegiatan ini berjalan optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui gerakan ini, Pemkab Rejang Lebong berharap kesadaran lingkungan dapat tumbuh sejak dini, sekaligus menjadi investasi ekologis untuk menekan potensi bencana banjir dan longsor di masa mendatang.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan