Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Vaksin Rabies Hanya Tersisa 700 Dosis, Ini Kata Disperkan

Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong. -Razik/CE -

BACAKORANCURUP.COM - Ketersediaan vaksin Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Rejang Lebong pada tahun 2026 dipastikan mengalami penurunan drastis. Dinas Pertanian dan Perikanan (Disperkan) Rejang Lebong mengungkapkan, pengadaan vaksin rabies tahun ini hanya mampu menjangkau sebagian kecil dari total populasi hewan penular rabies yang ada.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, drh Wenny Haryanti, menyebutkan bahwa pada 2026 ini pihaknya hanya dapat mengadakan 700 dosis vaksin HPR untuk anjing, kucing, dan kera.

“Karena keterbatasan anggaran akibat efisiensi, tahun ini kita hanya bisa melakukan pengadaan vaksin HPR sebanyak 700 dosis,” ujar Wenny, Selasa (13/1).

BACA JUGA: Defisit APBN Dinilai Kian Mengkhawatirkan, Ekonom Sentil Anggaran MBG 2026

BACA JUGA: Barcelona Masih Pikir-Pikir Lepas Atau Pertahankan Lewandowski

Jumlah tersebut jauh menurun dibandingkan pengadaan vaksin pada tahun 2025 lalu yang mencapai 5.000 dosis. Menurut Wenny, pihaknya sejatinya kembali mengajukan pengadaan dalam jumlah yang sama untuk tahun 2026, namun usulan tersebut tidak dapat direalisasikan sepenuhnya.

“Untuk tahun ini sebenarnya kita mengajukan kembali 5.000 dosis, tetapi karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, realisasinya hanya 700 dosis,” jelasnya.

Dengan jumlah vaksin yang sangat terbatas tersebut, Wenny mengakui upaya pencegahan penularan rabies ke manusia menjadi tidak optimal. Pasalnya, populasi HPR di Kabupaten Rejang Lebong diperkirakan mencapai sekitar 40 ribu ekor, sementara standar ideal cakupan vaksinasi minimal berada di angka 70 persen dari total populasi.

“Kalau idealnya, minimal ketersediaan vaksin HPR itu 70 persen dari jumlah populasi. Dengan kondisi sekarang, jelas sangat jauh dari kebutuhan,” paparnya.

Menyikapi keterbatasan tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong berencana mengupayakan tambahan vaksin melalui koordinasi dan permohonan bantuan ke Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun pemerintah pusat.

Selain itu, pihaknya juga mengharapkan peran aktif masyarakat, khususnya pemilik hewan penular rabies, untuk ikut menjaga kondisi tetap aman dan menekan risiko penularan.

BACA JUGA: Toprak Razgatlioglu Debut Bersama Pramac Yamaha

BACA JUGA: Amang TabungOleh: Dahlan Iskan

“Kami sangat berharap kerja sama semua pihak, terutama pemilik HPR, agar tidak melepasliarkan hewan peliharaannya. Ini penting untuk mencegah terjadinya gigitan yang bisa berisiko rabies,” tandas Wenny.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan