Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Dikbud Usulkan Revitalisasi Ratusan Sekolah Tahun Ini

Plt. Kepala Disdikbud Rejang Lebong, Zakaria Efendi.-Razik/CE-

BACAKORANCURUP.COM - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mulai mematangkan langkah strategis untuk menggenjot program revitalisasi sekolah pada tahun 2026. Upaya ini difokuskan pada penghapusan sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat yang selama ini dinilai menghambat kenyamanan dan keselamatan proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, Zakaria Efendi, M.Pd, mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan proposal revitalisasi sekolah ke pemerintah pusat sebagai bagian dari program jangka panjang peningkatan kualitas sarana pendidikan di daerah.

“Tahun 2026 menjadi fokus kami. Saat ini sudah kami ajukan proposal revitalisasi untuk 194 SD, 17 SMP, dan 17 PAUD/TK agar bisa masuk dalam daftar penerima bantuan pemerintah pusat,” ujar Zakaria.

BACA JUGA:Pelaku Kejahatan Ringan Kini 'Dihukum' Bersihkan Sekolah dan Rumah Ibadah!

BACA JUGA: Soal MBG, Prabowo Sebut Bukan untuk Kendaraan Politik Pemilu 2029

Pada tahun 2025, program tersebut telah mencakup 38 Sekolah Dasar (SD), 17 PAUD, 4 SMP Negeri, serta 1 SMP Swasta, dengan total nilai anggaran mencapai sekitar Rp 38 miliar.

Menurutnya, revitalisasi sekolah tidak hanya sebatas perbaikan ringan, melainkan dilakukan secara menyeluruh sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan. Pekerjaan meliputi pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, WC sekolah, rumah penjaga, hingga sarana pendukung lainnya. Bahkan, pada beberapa lokasi direncanakan pembangunan gedung sekolah baru untuk menggantikan bangunan lama yang sudah tidak layak pakai.

“Jenis pekerjaannya disesuaikan dengan kondisi sekolah. Tujuan utamanya jelas, agar tidak ada lagi sekolah di Rejang Lebong yang bangunannya justru menghambat KBM,” tegasnya.

Zakaria mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan internal Disdikbud, sekitar 35 persen dari total 340 sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Rejang Lebong masih berada dalam kondisi rusak berat. Sebagian besar sekolah tersebut berada di wilayah pelosok dengan keterbatasan akses infrastruktur.

“Sekolah rusak berat ini menjadi prioritas utama kami. Harapannya, melalui revitalisasi, bangunan sekolah bisa menjadi permanen, aman, dan layak digunakan oleh siswa,” jelasnya.

BACA JUGA:IAIN Curup Gelar Kuliah Umum Hakordia 2025, Lawan Korupsi, Musuh Kita Bersama

BACA JUGA:LSM Dorong Pengawasan Publik, Pembangunan Diminta Tepat Sasaran

Untuk memastikan peluang sekolah mendapatkan bantuan semakin besar, Disdikbud Rejang Lebong juga menekankan pentingnya pembenahan data pokok pendidikan (Dapodik). Zakaria meminta seluruh kepala sekolah untuk serius melakukan validasi data, khususnya terkait kondisi sarana dan prasarana.

“Data Dapodik menjadi acuan utama pemerintah pusat. Kalau datanya tidak valid, peluang sekolah mendapatkan bantuan juga kecil. Karena itu kami minta kepala sekolah benar-benar memastikan data sesuai kondisi di lapangan,” katanya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan