Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Tokoh Pemuda Soroti Kursi Kosong saat Paripurna!

Kondisi Kursi kosong saat Rapat Paripurna DPRD Rejang Lebong.- Razik/CE -

BACAKORANCURUP.COM - Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Rejang Lebong dengan agenda Jawaban Eksekutif terhadap Pandangan Fraksi-Fraksi dalam Nota Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2026, pada Senin (20/10) kembali menuai sorotan dari kalangan masyarakat.

Apa pasalnya? ini pasca sejumlah kursi anggota dewan terlihat kosong. Menandakan masih terdapat anggota DPRD yang tidak hadir dalam rapat penting tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai komitmen dan tanggung jawab para wakil rakyat terhadap proses pembahasan kebijakan keuangan daerah. 

BACA JUGA:Petani di Curup Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Karena Faktor Ini

BACA JUGA: Bupati Fikri Minta BPJS Kesehatan Benahi Pelayanan

Salah satu tokoh pemuda Rejang Lebong, Anas Hidayatullah, turut angkat bicara menyoroti fenomena tersebut. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD yang dinilai mencerminkan kurangnya rasa tanggung jawab terhadap amanah rakyat. 


Anas Hidayatullah, Tokoh Pemuda Rejang Lebong --

“Saya sangat menyayangkan ketidakhadiran para anggota dewan dalam rapat paripurna yang begitu penting ini. Rapat ini membahas pengalokasian anggaran untuk tahun 2026, yang nantinya akan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Anas, saat dimintai tanggapan. 

BACA JUGA:Pemuda Rejang Lebong Raih Juara Nasional Berkat Robot Pelayanan Publik Inovatif

BACA JUGA: FUAD IAIN Curup Gelar Orientasi dan Pelantikan KPI TV, Ini Tujuannya

Ia menegaskan bahwa rapat paripurna seharusnya menjadi momentum bagi para anggota DPRD untuk menilai, mengawal, dan memastikan arah kebijakan anggaran berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

“Ini bukan pertama kalinya kita melihat banyak kursi kosong dalam rapat DPRD. Sudah sering terjadi hal seperti ini, dan tentu sangat disayangkan. DPRD seharusnya hadir penuh karena mereka memiliki tanggung jawab besar dalam mengawasi jalannya pengalokasian anggaran daerah,” tambahnya. 

Anas juga menilai bahwa ketidakhadiran anggota dewan dalam rapat pembahasan RAPBD menunjukkan lemahnya kedisiplinan dan komitmen moral sebagai wakil rakyat. Ia pun berharap agar ada tindakan tegas atau sanksi terhadap anggota DPRD yang kerap mangkir dari agenda penting seperti paripurna. 

BACA JUGA:Kecelakaan Tunggal di Jalan Sukaraja – Pasar Tengah, Satu Pengendara Tewas di Tempat

BACA JUGA:Pemuda Rejang Lebong Raih Juara Nasional Berkat Robot Pelayanan Publik Inovatif

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan