Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Realisasi PAD Rejang Lebong Baru 69,11 Persen, BPKD Minta OPD Tancap Gas Jelang Akhir Tahun

Kantor Pemkab Rejang Lebong-Razik/CE -

BACAKORANCURUP.COM – Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Rejang Lebong melaporkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) hingga akhir November 2025 baru mencapai Rp66 miliar atau 69,11 persen dari target Rp95 miliar.

Capaian ini dinilai masih jauh dari harapan, sehingga seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mempercepat penarikan PAD menjelang penutupan tahun anggaran.

Kabid Penagihan dan Pendapatan BPKD Rejang Lebong, Oki Mahendra, mengatakan realisasi dari 10 OPD penghasil PAD masih bergerak lambat. Namun, pihaknya optimistis capaian PAD dapat mendekati target hingga akhir 2025.

“Dari 10 OPD yang menjadi sumber penghimpun PAD, realisasinya baru mencapai 69,11 persen atau Rp66 miliar dari target Rp95 miliar,” ujar Oki.

BACA JUGA:RSUD Curup Benahi 21 Ruang Rawat Inap Standar, Tingkatkan Kenyamanan Pasien

BACA JUGA:10 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Rejang Lebong Bakal Dilelang, Pendaftaran Dibuka hingga 12 Desember 2025

Ia menambahkan bahwa proses penarikan PAD masih terus berlangsung. “Kita masih memiliki waktu sekitar satu bulan lebih untuk menghimpun PAD sebanyak-banyaknya dari yang ditargetkan,” tegasnya.

Untuk tahun 2026, BPKD menekankan perlunya percepatan dan optimalisasi di seluruh sektor penerimaan. Oki menyebut sejumlah sektor yang memiliki ruang peningkatan signifikan, mulai dari jasa umum, jasa usaha, jasa perizinan tertentu, hingga sektor pertanian.

“Semua sektor potensial harus dapat dioptimalkan dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA:Diduga Coba Culik dan Lecehkan Pelajar, Pengojek di Rejang Lebong Diamankan Polisi

BACA JUGA:Begal Kembali Terjadi di Binduriang, Tenaga Kesehatan Jadi Korban

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Keuangan Pemkab Rejang Lebong, Iwan Sumantri Badar, mendesak seluruh OPD penghasil PAD untuk bekerja lebih agresif. Ia menegaskan bahwa pencapaian PAD bukan sekadar angka, tetapi menjadi penentu kelancaran pembangunan daerah.

“PAD merupakan salah satu pendukung percepatan pembangunan daerah. Untuk itu, seluruh OPD yang menjadi sumber PAD agar terus berusaha memacu peningkatan PAD masing-masing,” tegas Iwan.

Ia juga meminta seluruh OPD mulai menggali potensi untuk target PAD 2026, terutama dari sektor pariwisata, sarana olahraga, pengelolaan pasar, layanan persampahan, pemanfaatan gedung PIC, gedung serba guna, hingga aset mes pemda.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan