Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Kasus Begal di Jalur Curup–Lubuklinggau Kian Meresahkan, Ini Kata Bupati

Bupati Rejang Lebong,H.M. Fikri, S.E., M.AP.-Razik/CE -

BACAKORANCURUP.COM – Rangkaian aksi begal yang kembali terjadi di jalur lintas Curup–Lubuklinggau dalam beberapa waktu belakangan yang membuat masyarakat semakin resah.

Situasi ini dikhawatirkan akan mengganggu stabilitas keamanan daerah sekaligus menghambat upaya Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal.

Bupati Rejang Lebong,H.M. Fikri, S.E., M.AP turut angkat bicara dan memberikan penegasan bahwa keamanan merupakan syarat utama dalam membangun daerah. Ia menilai, berbagai potensi wisata dan ekonomi yang sedang digenjot pemerintah dapat terhambat apabila masyarakat maupun pengunjung merasa tidak aman saat melintasi wilayah tersebut.

BACA JUGA:Realisasi PAD Rejang Lebong Baru 69,11 Persen, BPKD Minta OPD Tancap Gas Jelang Akhir Tahun

BACA JUGA:RSUD Curup Benahi 21 Ruang Rawat Inap Standar, Tingkatkan Kenyamanan Pasien

“Kita minta seluruh perangkat desa, kecamatan, dan para tokoh masyarakat, ayo kita sama-sama jaga daerah kita masing-masing. Insya Allah Lembak akan bangkit dengan potensi luar biasa yang kita miliki. Itu PR kita bersama, bukan hanya APH untuk menjaga keamanan,” kata Fikri.

Ia menuturkan, wilayah lintas Curup–Lubuklinggau memiliki akses penting menuju berbagai destinasi wisata alam yang saat ini tengah dikembangkan. Karena itu, setiap gangguan keamanan seperti pencurian, begal, dan kriminalitas jalanan harus segera diatasi agar citra daerah tidak tercoreng dan minat wisatawan tidak menurun.

Fikri mengingatkan bahwa masalah kriminalitas memiliki dampak yang luas. Selain mengancam keselamatan warga, aksi begal dapat menghambat arus wisatawan, mengganggu distribusi barang, serta membuat investor berpikir ulang untuk menanamkan modal di Rejang Lebong.

BACA JUGA:10 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Rejang Lebong Bakal Dilelang, Pendaftaran Dibuka hingga 12 Desember 2025

BACA JUGA:Diduga Coba Culik dan Lecehkan Pelajar, Pengojek di Rejang Lebong Diamankan Polisi

“Rasa aman adalah fondasi utama. Tanpa itu, wisata tidak akan berjalan, ekonomi sulit tumbuh, dan kepercayaan pelaku usaha bisa menurun,” tegasnya.

Untuk itu, ia mendorong penguatan sistem keamanan berbasis masyarakat atau community security. Pemerintah desa diminta memperkuat ronda terpadu, meningkatkan pengawasan wilayah, mempercepat respons terhadap laporan warga, serta menjalin komunikasi aktif dengan aparat kepolisian.

Pemerintah daerah saat ini juga sedang menyiapkan sejumlah program pengembangan wisata dan ekonomi lokal yang mengandalkan potensi kampung. Lembak menjadi salah satu wilayah prioritas yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kawasan timur Rejang Lebong.

“Lembak punya potensi besar. Jangan biarkan lengah sedikit saja membuat pembangunan terganggu. Keamanan ini harus jadi tugas bersama,” pungkasnya

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan