Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Soal Adipura, Pengamat Ingatkan Pemkab Rejang Lebong Soal Ini

Sampah di curup-ist-

BACAKORANCURUP.COM - Terkait rencana Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk kembali merebut Piala Adipura mendapat sorotan dari pengamat kebijakan publik. Ambisi memperoleh Adipura tersebut dinilai sah-sah saja, namun dianggap belum diimbangi dengan pembenahan serius terhadap persoalan mendasar, khususnya pengelolaan persampahan.

Pengamat kebijakan publik, Febi Dean Eka, S.I.Kom, menilai target meraih kembali Piala Adipura memang merupakan langkah positif. Namun, tanpa pengelolaan lingkungan yang konsisten dan terstruktur, target tersebut dikhawatirkan hanya akan menjadi wacana semata.

“Target Adipura itu bagus, tetapi kalau tidak dibarengi dengan pengelolaan yang baik, ya hanya akan menjadi angan-angan belaka,” ujar Febi saat diwawancarai, Minggu (25/1).

BACA JUGA: Ini Penyebab Anthony Ginting Mundur dari Indonesia Masters 2026

BACA JUGA:Bupati Rejang Lebong Tegaskan Larangan Buang Sampah ke Sungai

Menurutnya, persoalan sampah di Rejang Lebong hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum kunjung terselesaikan. Masalah tersebut bahkan dinilai terus berulang dari tahun ke tahun tanpa solusi konkret yang berkelanjutan.

“Masalah persampahan sampai hari ini masih berlarut-larut. Ini ironis, karena pengelolaan sampah merupakan salah satu indikator utama dalam penilaian Piala Adipura,” tegasnya.

Febi menilai, apabila indikator dasar seperti pengelolaan sampah tidak mampu dituntaskan, maka peluang Rejang Lebong untuk kembali meraih Piala Adipura akan semakin kecil.

“Kalau indikator utama saja tidak bisa diselesaikan, jangan berharap Piala Adipura bisa kembali ke Rejang Lebong,” katanya.

BACA JUGA:Pemkab Siapkan Lapak Resmi PKL di Jalan Protokol, Pedagang Diminta Tertib

BACA JUGA:Dewan Ingatkan dalam Proses Kualitas Kontraktor Harus Diutamakan

Lebih lanjut, ia mengkritik fokus pemerintah daerah yang dinilai terlalu menitikberatkan pada target meraih piala, bukan pada pembenahan substansi. Menurutnya, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk terlalu ambisius mengejar penghargaan.

“Membidik Piala Adipura memang tidak salah, tapi belum saatnya. Kita seharusnya fokus pada pembenahan terlebih dahulu, bukan pada pialanya,” ujarnya.

Ia menegaskan, apabila permasalahan lingkungan diselesaikan satu per satu secara serius, maka penghargaan seperti Adipura akan datang dengan sendirinya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan