Diduga Hanyut, Petani Ditemukan Tewas di Tepi Sungai Beluan
Korban saat ditemukan dipinggir sungai-Ist-
BACAKORANCURUP.COM - Penemuan mayat kembali menggegerkan warga Kabupaten Rejang Lebong. Sesosok mayat pria yang diduga korban hanyut ditemukan di tepian Sungai Beluan, Kelurahan Taba Anyar, Kecamatan Kota Padang, pada Minggu sore, 25 Januari 2026, sekitar pukul 15.10 WIB.
Korban yang diyakini berprofesi sebagai petani tersebut pertama kali ditemukan warga dalam kondisi terlentang dan tersangkut di bebatuan di tepi sungai. Penemuan ini sontak mengundang perhatian warga sekitar.
Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, S.IK melalui Kapolsek Kota Padang Iptu Ahmad Zahara, SH, mengatakan pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan identitas korban.
“Kami masih menggali informasi lebih lanjut terkait identitas korban. Sementara ini, korban teridentifikasi sebagai warga Desa Sukarami, Kecamatan Kota Padang,” ujar Ahmad.
BACA JUGA:Dua Hari Pencarian, Korban Hanyut di Curup Ditemukan di Sungai Musi Kepahiang
BACA JUGA: Korban Hanyut Sempat Tinggalkan Pesan Untuk Ibunya
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Aparat menduga korban meninggal dunia akibat terseret arus Sungai Beluan.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan tanda kekerasan yang mengarah ke tindak pidana. Korban diduga murni meninggal karena musibah hanyut,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun, korban diduga pergi memancing ikan di Sungai Beluan sejak Sabtu malam, 24 Januari 2026, dan tidak kembali hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh Ujang (40), warga Kelurahan Karang Anyar, yang saat itu hendak berangkat ke kebun. Ujang melihat tubuh korban berada di tepi sungai dalam kondisi tidak bergerak.
BACA JUGA:BREAKING NEWS: Ada Anak Hanyut di Danau Po’ong, Polisi dan Warga Lakukan Pencarian
BACA JUGA:Niat Hendak Mandi, Siswi SMP di Kota Padang Ditemukan Hanyut
“Begitu melihat ada mayat, saksi langsung melapor ke perangkat desa dan informasi tersebut diteruskan kepada pihak kepolisian,” terang Ahmad.