Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Pelajar SD di Rejang Lebong Meninggal Dunia, Diduga Terinfeksi Rabies

Ucapan duka dari SDN 2 Rejang Lebong-razik/ce-

BACAKORANCURUP.COM - Salah seorang pelajar di Rejang Lebong dilaporkan meninggal dunia setelah terkena gigitan hewan penular rabies. Korban yang dikabarkan masih duduk di bangku SD ini sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit pada Kamis (29/1). Korban diketahui bernama Varzen Jozil, siswa kelas IV SD Negeri 02 Rejang Lebong. Berdasarkan informasi yang beredar, korban diduga kuat meninggal akibat terpapar virus rabies, yang diduga berasal dari gigitan anjing liar beberapa bulan sebelumnya.

Kepala SDN 02 Rejang Lebong, Mega Eriani, membenarkan bahwa korban merupakan peserta didik di sekolah yang dipimpinnya. Ia menyampaikan bahwa pihak sekolah sempat menjenguk korban saat dirawat, namun tidak dapat bertemu secara langsung.

“Benar, almarhum adalah siswa kami. Minggu lalu masih sempat mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Kami sempat menjenguk ke rumah sakit, tetapi tidak bisa bertemu langsung,” ujar Mega saat dikonfirmasi.

BACA JUGA: Harga Jual Biji Kopi di Rejang Lebong Masih Stabil, Tertinggi di Rp 60 Ribu/Kg

BACA JUGA: Disnakertrans Ingatkan Warga Waspadai Tawaran Kerja Luar Negeri Ilegal

Terkait dugaan rabies sebagai penyebab kematian, Mega menegaskan bahwa pihak sekolah belum memperoleh keterangan medis secara resmi dan hanya mengetahui informasi tersebut dari kabar yang berkembang.

“Kami mendengar informasinya seperti itu, namun kepastian medis belum kami terima karena tidak bertemu langsung dengan almarhum,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan Distankan Rejang Lebong, drh Wenny Haryanti, mengungkapkan bahwa pihaknya baru menerima laporan setelah korban meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat dirawat selama sekitar empat hari sebelum dinyatakan meninggal.

“Kami tidak melakukan investigasi langsung karena peristiwa gigitan sudah terjadi cukup lama. Namun melihat gejala yang dialami korban serta riwayat gigitan anjing, kasus ini mengarah pada rabies,” jelas Wenny.

Ia menyebutkan, korban diduga mengalami gigitan anjing sekitar dua hingga tiga bulan lalu. Anjing yang diduga menggigit korban juga dilaporkan telah mati, mengingat pada hewan, virus rabies umumnya menyebabkan kematian dalam waktu singkat.

“Pada manusia, dampak rabies sangat bergantung pada lokasi gigitan dan kecepatan penanganan. Sedangkan pada hewan, rabies biasanya tidak bertahan lama sebelum menyebabkan kematian,” tambahnya.

Hal serupa disampaikan Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Titin Julita, SKM. Ia mengatakan, hasil penelusuran epidemiologi menguatkan dugaan bahwa korban meninggal akibat rabies.

“Dari keterangan keluarga, korban pernah digigit anjing liar sekitar tiga bulan lalu. Saat itu korban tidak menyampaikan kejadian tersebut kepada orang tuanya sehingga tidak mendapatkan vaksinasi,” ungkap Titin.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan