Warga Rejang Lebong Keluhkan Sulitnya Gas Melon
Antri gas 3 kg-Ist-
BACAKORANCURUP.COM - Menjelang bulan Suci Ramadhan 2026, warga Kabupaten Rejang Lebong mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram. Kondisi ini dirasakan oleh sejumlah masyarakat yang mengaku harus berkeliling ke beberapa tempat untuk memperoleh gas melon.
Situasi tersebut mengingatkan warga pada tahun-tahun sebelumnya, di mana kelangkaan gas elpiji kerap terjadi menjelang maupun selama bulan puasa, seiring meningkatnya kebutuhan rumah tangga. Salah satu warga, Atun, mengaku harus mendatangi beberapa warung eceran sebelum akhirnya berhasil mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Ia pun mengaku khawatir kondisi ini akan semakin parah saat Ramadhan nanti.
“Iya pak, tadi saya beli harus keliling dulu, lumayan jauh baru dapat. Khawatirnya pas bulan puasa nanti pak,” ungkap Atun.
BACA JUGA: Desa Karang Jaya jadi Peserta Lomba Desa Anti Korupsi 2026BACA JUGA: Jelang Ramadan Stok Beras Bulog 1.429 Ton
Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Rejang Lebong memastikan pihaknya terus melakukan pemantauan langsung di lapangan untuk memastikan distribusi gas elpiji tetap berjalan lancar.
Kepala Disperindagkop-UKM Rejang Lebong, Anes Rahman, mengatakan bahwa hingga saat ini pasokan gas elpiji ke wilayah Rejang Lebong masih dalam kondisi normal dan belum mengalami pengurangan.
“Sejauh ini distribusi LPG masih normal, belum ada pengurangan pasokan ke Rejang Lebong. Namun kami tetap siaga dan terus memantau kondisi di lapangan,” sampai Anes.
Anes menegaskan, apabila nantinya ditemukan adanya indikasi kelangkaan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan agen gas elpiji untuk mencari solusi bersama, termasuk kemungkinan operasi pasar maupun penambahan kuota sementara.
“Nanti kalau ada, kita akan cari solusi bersama pihak agen gas, mungkin bakal ada operasi pasar dan penambahan kuota,” lanjutnya.
Selain itu, Disperindagkop-UKM juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan penimbunan gas elpiji bersubsidi, karena dapat memperparah kelangkaan di tingkat masyarakat.
“Kami mengingatkan agar tidak ada yang menimbun gas elpiji. Jika masyarakat mengetahui adanya praktik penimbunan, silakan laporkan ke Disperindag atau pihak kepolisian,” tegas Anes.
BACA JUGA: Cherokee Marlaina Oleh: Dahlan Iskan
BACA JUGA: Harlah 100 Tahun NU Momentum Perkuat Moderasi Umat, Ini Kata Menag
Ia juga mengimbau masyarakat untuk membeli gas elpiji sesuai kebutuhan serta melakukan pembelian di pangkalan resmi yang berada di sekitar tempat tinggal dan telah terdaftar.