Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

8 SPPG di Rejang Lebong Belum Lapor Rekrut Pegawai ke Disnakertrans

SPPG ilustrasi-ist-

BACAKORANCURUP.COM - Sejak mulai beroperasi pada Juni 2025, delapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rejang Lebong belum pernah melaporkan perekrutan pekerja kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat. Akibatnya, jumlah dan asal pekerja yang direkrut hingga kini tidak diketahui secara resmi.

Menurut data yang dihimpun hingga Januari 2026, terdapat 8 dapur MBG yang telah berdiri di Rejang Lebong. Berdasarkan standar operasional, setiap dapur minimal menyerap 47 tenaga kerja, sehingga secara total diperkirakan sekitar 378 orang pekerja terlibat dalam program tersebut. Namun tanpa pelaporan resmi, pihak pemerintah kesulitan mengetahui rincian tenaga kerja tersebut.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Rejang Lebong, M. Andhy Afrianto, SE, menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada komunikasi formal dari pihak SPPG mengenai perekrutan tenaga kerja. “Yang jelas sampai saat ini tidak pernah ada koordinasi dari SPPG ke kami terkait perekrutan tenaga kerja di Dapur MBG,” ujar Andhy saat dikonfirmasi.

BACA JUGA: Warga Rejang Lebong Keluhkan Sulitnya Gas Melon

BACA JUGA: Desa Karang Jaya jadi Peserta Lomba Desa Anti Korupsi 2026

Selain itu, menurut Andhy, tidak ada satu pun pekerja yang melapor ke Disnakertrans bahwa mereka bekerja di dapur MBG. Kondisi ini membuat pihaknya tidak bisa memastikan apakah pekerja yang diberdayakan benar-benar berasal dari warga lokal Rejang Lebong atau bukan.

Andhy berharap ke depan ada koordinasi yang lebih baik antara SPPG dan pemerintah daerah.

“Besar harapan kami ke depan ada koordinasi dari pihak SPPG terkait perekrutan tenaga kerja, intinya kami berharap tenaga kerja yang direkrut di Dapur MBG benar-benar diprioritaskan untuk warga lokal,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Hidayatullah, S.Pd.I, meminta agar SPPG bersikap lebih profesional dalam menjalankan fungsi kemitraan dengan Pemkab Rejang Lebong. Ia menekankan bahwa selain fokus pada pemenuhan gizi anak melalui program MBG, penyerapan tenaga kerja lokal juga harus diperhatikan.

“Kalau bisa dengan berdirinya Dapur MBG di Kabupaten Rejang Lebong juga memberikan dampak positif secara langsung kepada masyarakat selain tujuan utama pemenuhan gizi anak, yakni menunjang penyerapan tenaga kerja lokal,” ujar Hidayatullah.

BACA JUGA: Harlah 100 Tahun NU Momentum Perkuat Moderasi Umat, Ini Kata Menag

BACA JUGA: Bulog Rejang Lebong Siapkan 38 Ribu Liter Minyak Kita untuk Tiga Kabupaten

Hingga kini, upaya konfirmasi terhadap Koordinator Wilayah SPPG Rejang Lebong, Anastasia Intan P, maupun Kepala Dapur SPPG Kelurahan Talang Rimbo Lama, Anisa D. Putri, belum berhasil dilakukan karena keduanya tidak berada di tempat saat dikunjungi media.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan