Efisiensi Anggaran Tetap Jalankan Program Pembangunan
Penandaan titik 0 perbaikan drainase. -Razik/CE -
BACAKORANCURUP.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong menegaskan bahwa program pembangunan daerah tetap akan dilanjutkan meskipun tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran secara besar-besaran. Penyesuaian akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah serta prioritas kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rejang Lebong, Iwan Sumantri, S.E., M.M., mengatakan bahwa efisiensi anggaran tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Namun demikian, pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah saat ini.
“Pembangunan di Rejang Lebong tetap berjalan, tetapi tentu menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Kita harus realistis dan bijak dalam menentukan skala prioritas,” ujar Iwan.
BACA JUGA: Dinsos Ingatkan Kecamatan hingga Kelurahan Aktifkan Operator SIKS-NG
BACA JUGA: Polisi Dalami Peran Pemilik Kebun Ganja di Dalam Rumah, Diduga Tak Sekadar Pengguna
Ia menjelaskan, Pemkab Rejang Lebong juga tengah menyiapkan sejumlah strategi agar pembangunan tetap dapat dilaksanakan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya dengan mencari dan mengoptimalkan sumber-sumber pendanaan lain di luar anggaran rutin daerah.
“Kami akan berupaya mencari alternatif pendanaan, baik melalui sinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, maupun skema pendanaan lainnya yang memungkinkan, selama itu sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya.
Sementara itu, menanggapi rencana tersebut, tokoh pemuda Rejang Lebong, Riki Febrian, S.H., mengingatkan pemerintah daerah agar tidak ceroboh dalam menjalankan program pembangunan, terlebih di tengah kondisi efisiensi anggaran saat ini. Menurut Riki, sudah terdapat dua titik pembangunan yang menjadi temuan DPRD Rejang Lebong, dan hal tersebut tidak boleh kembali terulang.
“Dalam kondisi efisiensi anggaran seperti sekarang ini, pemerintah harus benar-benar memastikan pembangunan dilakukan sesuai standar. Jangan sampai ada kegiatan yang sia-sia dan tidak berdampak nyata bagi masyarakat,” tegas Riki.
BACA JUGA: Dukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Ini yang Dilakukan Menteri Nusron
BACA JUGA: Polres Rejang Lebong Ungkap Tersangka Tanam Ganja Dalam Rumah
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam pemilihan kontraktor. Riki mengingatkan agar penunjukan pelaksana proyek tidak dilakukan secara asal-asalan, apalagi berdasarkan kepentingan politik atau praktik balas budi.
“Kontraktor harus dipilih dengan cermat dan profesional. Jangan ada lagi kontraktor titipan karena politik balas budi, karena itu justru berpotensi merugikan daerah,” pungkasnya.
Dengan adanya penekanan efisiensi anggaran, masyarakat berharap pembangunan di Kabupaten Rejang Lebong tetap berjalan secara berkualitas, tepat sasaran, dan berorientasi pada kepentingan publik.