Dewan Minta Jangan Asal Pilih Kontraktor Proyek Fisik
Sidak anggota DPRD Rejang Lebong beberapa waktu lalu-razik/ce-
BACAKORANCURUP.COM - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rejang Lebong memberikan ultimatum tegas kepada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) agar tidak asal-asalan dalam menentukan kontraktor pelaksana proyek pembangunan fisik di daerah tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Rejang Lebong, Anton Doriska, S.T., menegaskan bahwa pemilihan kontraktor harus dilakukan secara selektif dan profesional. Ia menilai, selama ini banyak proyek pembangunan fisik di Rejang Lebong yang hasilnya sangat mengecewakan dan menimbulkan temuan di lapangan.
“Banyak pembangunan fisik yang kita temukan kualitasnya tidak maksimal. Mulai dari pekerjaan hotmix yang dikerjakan asal-asalan hingga pengerjaan fisik yang terkesan asal jadi,” tegas Anton.
BACA JUGA:Rejang Lebong Dapat Jatah 20 Persen Kuota Siswa SMA Unggul Garuda
BACA JUGA:Polres Gelar Operasi Keselamatan Nala Selama 14 Hari
Menurutnya, LPSE dan Barjas memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kontraktor yang memenangkan lelang benar-benar kompeten. Ia meminta agar rekam jejak kontraktor ditelusuri secara menyeluruh sebelum ditetapkan sebagai pemenang proyek.
“LPSE dan Barjas harus menelusuri rekam jejak kontraktor, termasuk seluruh sertifikasi yang dimiliki, serta memastikan semua tahapan administrasi benar-benar memenuhi persyaratan,” ujarnya.
Anton menambahkan, ketelitian dalam proses pengadaan sangat penting agar pembangunan tidak dikerjakan berulang kali yang justru berpotensi merugikan keuangan daerah. “Kita ingin Rejang Lebong maju. Jangan sampai pembangunan harus diperbaiki lagi karena kualitasnya buruk,” tambahnya.
BACA JUGA: Dinsos Ingatkan Kecamatan hingga Kelurahan Aktifkan Operator SIKS-NG
BACA JUGA: Polisi Dalami Peran Pemilik Kebun Ganja di Dalam Rumah, Diduga Tak Sekadar Pengguna
Pernyataan serupa juga disampaikan pengamat kebijakan publik, Febi Dean Eka, S.Ikom. Ia mengingatkan agar pemerintah daerah lebih waspada dalam menentukan pelaksana proyek, terutama di tengah kondisi daerah yang dinilainya sedang tidak stabil.
“Dengan kondisi daerah yang lagi uring-uringan seperti sekarang, jangan sampai kecolongan lagi. Beberapa proyek pembangunan dinilai bermasalah dan dikerjakan asal jadi,” kata Febi.
Ia menekankan bahwa kontraktor yang dipilih harus benar-benar memenuhi spesifikasi teknis dan memiliki kemampuan yang mumpuni. Menurutnya, praktik pemilihan kontraktor karena faktor titipan harus dihindari.
BACA JUGA: Polres Rejang Lebong Ungkap Tersangka Tanam Ganja Dalam Rumah