Pasca Lebaran, Harga Kopi di Rejang Lebong Masih Stabil
Pengecekan kualitas Biji Kopi kering di salah satu gudang kopi di Rejang Lebong.-Dok/CE -
BACAKORANCURUP.COM - Harga kopi di Kabupaten Rejang Lebong terpantau relatif stabil setelah perayaan Idul Fitri. Kondisi ini memberikan harapan bagi para petani setelah sebelumnya harga komoditas unggulan tersebut kerap mengalami fluktuasi.
Berdasarkan pantauan di tingkat pengepul, harga kopi saat ini berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, bergantung pada kualitas biji kopi yang dihasilkan petani.
Salah satu pemilik gudang kopi di Rejang Lebong, Rodi, menyebutkan bahwa harga kopi dengan kualitas terbaik masih mampu bertahan di angka tertinggi.
“Harga kopi saat ini masih stabil. Untuk kopi bagus sekitar Rp60 ribu per kilo, sedangkan yang biasa di kisaran Rp50 ribu sampai Rp55 ribu,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi harga yang relatif stabil ini sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir, sehingga memberi kepastian bagi pelaku usaha di sektor kopi.
Stabilitas harga tersebut turut disambut positif oleh kalangan petani. Mereka berharap tren ini dapat terus berlanjut agar memberikan dampak positif terhadap perekonomian keluarga.
Petani kopi asal Rejang Lebong, Dimas, mengungkapkan bahwa kepastian harga menjadi hal penting bagi petani dalam merencanakan kebutuhan sehari-hari.
“Semoga harga kopi bisa terus stabil. Soalnya harga kopi sekarang ini tidak bisa diprediksi, kadang naik, kadang turun,” katanya.
Ia menambahkan, fluktuasi harga selama ini seringkali menyulitkan petani, terutama dalam mengatur pengeluaran, termasuk kebutuhan menjelang momen besar seperti Ramadan dan Lebaran.
Para petani pun berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat terus memantau pergerakan harga kopi di pasaran, sekaligus menjaga stabilitas perdagangan agar kesejahteraan petani tetap terjamin.
Dengan kondisi harga yang stabil saat ini, sektor kopi di Rejang Lebong diharapkan tetap menjadi penopang ekonomi masyarakat, khususnya bagi petani di wilayah tersebut.