Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Diterkam Beruang, Warga BUR Dilarikan ke RSUD Curup

Diterkam Beruang, Warga BUR Dilarikan ke RSUD Curup -Ist-

 

BACAKORANCURUP.COM - Naas dialami seorang petani warga Desa Pal 100, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong. Pasalnya petani tersebut harus dilarikan ke RSUD Curup usai diterkam beruang  korban pada Minggu (31/5/) pagi.

Akibat, korban mengalami luka robek pada bagian paha kiri dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Informasi terhimpun jenis beruang yang menyerang korban diketahui jenis beruang madu. Korban Damhuri yang berusia 62 tahun sehari-harinya merupakan petani kopi pada saat kejadian hendak kekl kebun kopi miliknya sekitar pukul 06.00 WIB. Naas sampai di kebun kopi milik nya korban mendapatkan serangan seekor beruang madu yang kala itu tengah memakan buah nangka.

“Seketika bruang tersebut langsung menerkam dan mencakar paha kiri korban hingga menyebabkan luka robek. Korban sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya beruang melarikan diri ke arah kawasan hutan,” sampai Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas AKP M. Hasan Basri, S.H.

Adapun pasca menjadi korban serangan beruang madu tersebut, pantas korban langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak Polsek Bermani Ulu. Dan petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Disisi lain aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan keberadaan satwa liar tersebut serta mencegah terjadinya serangan susulan.

Sejumlah langkah cepat telah dilakukan petugas, di antaranya mendatangi TKP, melakukan penyisiran dan pengusiran satwa bersama warga, berkoordinasi dengan , melaksanakan patroli dan penjagaan di sekitar permukiman warga, serta memantau kondisi korban di rumah sakit.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya para petani yang beraktivitas di sekitar kawasan perkebunan yang berbatasan dengan hutan, agar meningkatkan kewaspadaan.

Warga juga diminta segera melapor kepada aparat desa, kepolisian, atau petugas konservasi apabila kembali menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman maupun lahan pertanian.

 

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan