Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Fenomena "Latte Dad" di Swedia, Rahasia Ayah Modern yang Bikin Dunia Terkagum

IST Fenomena Latte Dad--

Hasilnya tidak hanya terlihat pada kedekatan emosional ayah-anak, tetapi juga pada stabilitas dan kebahagiaan keluarga secara keseluruhan.

Di Indonesia, Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (UU KIA) 2024 mengatur hak cuti ayah selama 2 hari, dengan tambahan 3 hari jika ada kesepakatan dengan pemberi kerja. Artinya, durasi cuti sangat bergantung pada kebijakan perusahaan masing-masing.

Perbedaan ini tentu sangat kontras dengan Swedia yang memberikan kebebasan dan dukungan penuh bagi para ayah untuk ikut mengasuh anak sejak lahir.

Selama ini, penelitian tentang perkembangan orang tua baru lebih banyak berfokus pada ibu. Namun, riset terkini menunjukkan bahwa otak ayah juga mengalami perubahan signifikan saat mereka terlibat langsung dalam pengasuhan.

Menurut Harvard Business Review, keterlibatan aktif ayah dalam merawat bayi dapat melatih otak untuk menjadi lebih responsif.

Darby Saxbe, profesor psikologi dari University of Southern California, menjelaskan bahwa pengalaman mengasuh sejak awal mampu memengaruhi struktur dan fungsi otak, sehingga memperkuat ikatan emosional (bonding) antara ayah dan anak.

Hal ini sejalan dengan pendapat Chelsea Conaboy, penulis Mother Brain : How Neuroscience is Rewriting the Story of Parenthood, yang menekankan bahwa peran sebagai ayah bukanlah kemampuan bawaan, melainkan hasil dari proses belajar dan keterlibatan aktif.

Fenomena "Latte Dad" menunjukkan bahwa kesetaraan dalam pengasuhan bukan hanya menguntungkan ibu, tetapi juga bermanfaat besar bagi ayah dan anak.

Kebijakan yang mendukung cuti ayah dapat menciptakan keluarga yang lebih harmonis, anak-anak yang tumbuh dengan ikatan emosional kuat, serta masyarakat yang lebih peduli pada kesejahteraan generasi berikutnya.

Dengan bukti ilmiah yang kuat, sudah saatnya negara-negara lain, termasuk Indonesia, mempertimbangkan untuk memperpanjang durasi cuti ayah agar para pria dapat berperan aktif sejak hari pertama kelahiran anak mereka.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan