Overthinking Karena Berita Politik ? Psikolog UI Sarankan Skill Mental Ini
IST Pentingnya bijak dalam konsumsi berita di media sosial agar tak menjadi beban dalam pikiran--
Salah satu kesalahan umum adalah terlalu lama menatap layar dan membiarkan diri tenggelam dalam konten yang penuh emosi negatif. Berita tentang kerusuhan, postingan provokatif, atau komentar warganet yang penuh kebencian bisa memicu rasa marah, kecewa, bahkan kelelahan emosional.
"Batasi waktu berselancar di media sosial. Jangan biarkan energi habis hanya untuk hal-hal yang membuat frustrasi. Sebaliknya, carilah konten yang menumbuhkan emosi positif, seperti humor, hiburan ringan, atau hal-hal yang kita sukai," tegas Dicky.
Ia juga menekankan pentingnya tetap melakukan aktivitas yang menyehatkan pikiran, misalnya menjalani hobi, berolahraga, atau sekadar berkumpul dengan keluarga dan teman. Interaksi sosial langsung terbukti dapat mengurangi beban emosional yang dipicu dari dunia maya.
Fenomena overthinking atau istilah kekinian "OVT" juga banyak dialami masyarakat ketika mengonsumsi berita politik dan demonstrasi. Pikiran terasa penuh, hati semakin gelisah, dan energi terkuras hanya karena terlalu banyak memikirkan sesuatu yang belum tentu penting.
Untuk mengatasinya, Dicky menyarankan langkah sederhana, yaitu berikan "peringatan" kepada diri sendiri.
"Katakan pada diri sendiri sejak awal bahwa tidak semua informasi perlu dipikirkan berlebihan. Ingat bahwa tidak semua yang beredar di media sosial akurat. Sering kali konten singkat hanya dirancang untuk menggugah emosi, bukan memberi data penting. Dengan begitu, pikiran sudah dipagari agar tidak larut dalam overthinking," jelasnya.
Dengan membatasi pikiran sejak awal, seseorang bisa lebih tenang. Fokus hanya pada informasi yang benar-benar bermanfaat, sambil tetap menjaga kesehatan mental melalui aktivitas positif.
Pesan utama yang ditekankan Dicky adalah menjaga keseimbangan. Konsumsi konten negatif boleh saja, tetapi harus diseimbangkan dengan konten positif. Jangan sampai pikiran hanya dijejali hal-hal yang memicu stres.
"Sadari kapan waktunya membaca berita serius, kapan waktunya istirahat, dan kapan waktunya bersenang-senang. Seimbanglah dalam mengonsumsi informasi, supaya mental tetap kuat menghadapi situasi apa pun,"pungkasnya.
Jadi, kalau belakangan ini kamu merasa cemas, sedih, atau lelah karena terlalu sering membaca berita politik yang panas, cobalah terapkan tips ini: pilah informasi, batasi waktu di media sosial, seimbangkan dengan hiburan positif, serta nikmati interaksi bersama orang-orang terdekat.