Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Sundulan Sepak Bola Bisa Merusak Otak ? Ini Fakta Ilmiah yang Wajib Diketahui

IST Sundulan dalam permainan sepak bola--

Hal ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa aktivitas sundulan berkorelasi langsung dengan penurunan kualitas jaringan otak.

Tak hanya itu, tim Lipton juga mengungkap kemungkinan terjadinya cedera gaya contrecoup, yaitu memar otak yang terjadi di sisi berlawanan dari titik benturan. Jenis cedera ini sebelumnya jarang terdeteksi dalam studi-studi pencitraan, sehingga memberikan perspektif baru mengenai risiko yang selama ini terabaikan.

Temuan ini memiliki implikasi besar, mengingat jumlah pemain amatir jauh lebih banyak dibandingkan atlet profesional. Jika risiko sundulan terbukti dapat merusak otak pada pemain yang hanya berlatih atau bertanding di level hobi, maka potensi ancaman bagi populasi lebih luas tentu tidak bisa diremehkan.

Kekhawatiran semakin meningkat jika dikaitkan dengan pemain anak-anak dan remaja, yang otaknya masih dalam tahap perkembangan.

Benturan berulang di usia dini berpotensi menimbulkan dampak lebih besar pada perkembangan kognitif jangka panjang. Karena itu, hasil riset ini menjadi peringatan bagi federasi sepak bola untuk merumuskan kebijakan perlindungan yang lebih tegas, termasuk mungkin membatasi atau melarang sundulan pada kelompok usia tertentu.

Hasil penelitian ini juga menambah daftar panjang kekhawatiran terkait risiko olahraga kontak. Jika sebelumnya perdebatan banyak berfokus pada American football, rugby, dan sepak bola Australia, kini sepak bola, khususnya melalui sundulan juga masuk dalam sorotan.

Bedanya, kali ini temuan lebih menekankan pada pemain amatir yang jumlahnya jauh lebih besar daripada atlet elite.

Dengan demikian, sundulan yang selama ini dianggap keterampilan dasar justru dapat menjadi ancaman tersembunyi bagi kesehatan otak. "Musuh dalam selimut" ini seakan mengingatkan dunia sepak bola bahwa keindahan teknik tidak boleh mengabaikan keselamatan pemain.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan