Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Musim Hujan Mulai Datang ! Ini Daftar Wilayah yang Diguyur Hujan di Oktober 2025

IST Curah hujan yang terjadi di berbagai daerah wilayah Indonesia. (Foto : CE/Lola Anggraeni)--

• Kalimantan bagian barat dan tengah, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, serta sebagian Kalimantan Selatan.

•.Sulawesi bagian tengah dan tenggara, di antaranya sebagian wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo.

• Bali bagian barat dan sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB).

Di wilayah-wilayah tersebut, hujan diperkirakan meningkat secara bertahap pada Oktober, menggantikan periode kering yang telah berlangsung sejak pertengahan tahun.

Sementara itu, sebagian daerah di Indonesia bagian timur diperkirakan baru akan mengalami awal musim hujan pada November hingga Desember 2025. Daerah yang termasuk dalam kategori ini antara lain Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua bagian selatan.

BMKG menjelaskan, keterlambatan ini disebabkan oleh pola sirkulasi angin yang masih membawa udara kering serta suhu permukaan laut di perairan timur Indonesia yang belum cukup hangat untuk membentuk awan hujan secara intensif.

Faktor-faktor tersebut membuat pembentukan sistem konveksi di atmosfer menjadi lambat, sehingga awan-awan hujan baru mulai tumbuh menjelang akhir tahun.

Sebaliknya, beberapa daerah di bagian barat Indonesia seperti Aceh, Sumatera Utara, dan sebagian Kalimantan Timur justru telah lebih dulu mengalami hujan sejak September 2025. Hal ini menunjukkan bahwa proses transisi musim tidak terjadi serentak, melainkan bergantung pada kondisi lokal di masing-masing wilayah.

Memasuki masa awal musim hujan, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai petir dan angin kencang. Fenomena cuaca ekstrem umumnya kerap terjadi di masa peralihan antara musim kemarau dan musim hujan.

Daerah dengan kontur tanah curam atau sistem drainase yang kurang baik diimbau untuk siaga terhadap kemungkinan banjir bandang dan tanah longsor.

BMKG juga menyarankan agar pemerintah daerah memperkuat sistem peringatan dini cuaca ekstrem serta menyiapkan langkah-langkah mitigasi bencana, seperti pembersihan saluran air dan penguatan infrastruktur penahan tanah.

Selain itu, masyarakat diharapkan melakukan adaptasi sederhana, misalnya memperbaiki saluran air rumah tangga, membersihkan lingkungan, serta menyiapkan perlengkapan yang diperlukan selama musim hujan berlangsung. Upaya-upaya kecil ini dapat membantu mengurangi risiko kerugian akibat bencana hidrometeorologi.

Dengan datangnya musim hujan, sebagian masyarakat tentu menyambut dengan rasa syukur karena hujan membawa kesegaran dan kehidupan baru setelah berbulan-bulan mengalami kekeringan.

Bagi sektor pertanian, periode ini menjadi awal penting bagi penanaman padi dan palawija, sementara bagi sektor sumber daya air, hujan menjadi penanda dimulainya masa pengisian waduk dan embung yang sebelumnya mengalami penyusutan.

Namun, di sisi lain, perubahan cuaca ini juga menuntut kesiapsiagaan kolektif agar manfaat hujan dapat dirasakan tanpa menimbulkan dampak negatif. Dengan koordinasi yang baik antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga terkait, diharapkan musim hujan 2025/2026 dapat dilalui dengan aman dan produktif.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan