Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Tak Disangka ! Lemak Babi Lebih Sehat dari Lemak Sapi dan Domba, Ini Penjelasan Ilmiahnya

IST Lemak babi--

BACAKORANCURUP.COM - Selama ini, lemak babi sering dianggap sebagai bahan makanan yang perlu dihindari karena dianggap tinggi kolesterol dan lemak jenuh. Namun, fakta ilmiah terbaru justru membalik pandangan tersebut.

Penelitian lintas negara yang melibatkan para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu menemukan bahwa lemak babi termasuk dalam daftar 10 makanan paling bergizi di dunia. Temuan ini menimbulkan kehebohan di dunia gizi karena bertentangan dengan stigma negatif yang melekat selama puluhan tahun.

Menurut penelitian yang dimuat dalam laporan yang dikutip oleh Euro Meat, lemak babi mendapatkan skor gizi tinggi yaitu 74, menempatkannya di peringkat ke-8 dari 100 bahan makanan mentah yang dianalisis. Menariknya, lemak babi adalah satu-satunya produk hewani yang masuk ke dalam 10 besar daftar tersebut.

BACA JUGA:Roasters Specialty Coffee House di Dubai Sajikan Kopi Termahal Dunia, Begini Keistimewaannya !

BACA JUGA:Air Hujan Kini Tercemar Mikroplastik, Begini Penjelasan Ilmuwan BRIN

Skor tinggi tersebut bukan tanpa alasan. Lemak babi mengandung beragam nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti asam lemak tak jenuh tunggal, vitamin B kompleks, serta sejumlah mineral penting.

Kombinasi ini menjadikan lemak babi sumber energi yang efisien dan stabil, terutama bagi mereka yang membutuhkan tenaga tinggi sepanjang hari.

Peneliti menjelaskan bahwa lemak babi memberikan proporsi energi dan nutrisi yang seimbang, mendukung fungsi metabolisme dan menjaga daya tahan tubuh. Dalam porsi yang sesuai, lemak babi bahkan bisa menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti jantung atau obesitas.

Salah satu alasan utama mengapa lemak babi dianggap menyehatkan adalah kandungan asam oleatnya yang mencapai 60%. Asam oleat merupakan jenis lemak tak jenuh tunggal, sama seperti yang ditemukan pada minyak zaitun, yang dikenal luas karena manfaatnya untuk jantung dan pembuluh darah.

Kandungan ini jauh melampaui mentega (butter) yang hanya memiliki sekitar 45% lemak tak jenuh tunggal. Artinya, lemak babi tidak hanya memberikan rasa gurih alami pada makanan, tetapi juga berkontribusi positif pada kesehatan jantung, keseimbangan hormon, dan kelembapan kulit.

Selain itu, lemak tak jenuh juga berperan dalam menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kolesterol baik (HDL), sehingga membantu menjaga sistem kardiovaskular tetap sehat.

Dalam perbandingan langsung, lemak babi menunjukkan profil nutrisi yang lebih baik dibandingkan lemak sapi dan domba. Para ilmuwan mencatat bahwa lemak babi mengandung lebih banyak vitamin B, zat besi, dan selenium, serta tingkat kejenuhan lemak yang lebih rendah.

Kandungan vitamin B, terutama B1 (tiamin) dan B12, berperan penting dalam metabolisme energi dan fungsi sistem saraf. Sementara itu, mineral seperti selenium dan zat besi membantu pembentukan sel darah merah serta mendukung sistem kekebalan tubuh.

Dengan kombinasi ini, lemak babi tidak hanya menjadi bahan masakan, tapi juga sumber nutrisi kompleks yang mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Dalam daftar makanan paling bergizi di dunia, lemak babi berada di peringkat ke-8 dengan skor gizi 74. Posisi ini sejajar dengan beberapa makanan yang sering disebut sebagai "superfood", seperti almond (skor 97), cherimoya (96), dan ikan laut dalam (sekitar 70-an).

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan