Kenapa Kita Jadi Cepat Marah Saat Cuaca Panas ? Ini Penjelasan Psikologinya
IST Emosi tak terbendung saat cuaca panas--
Kondisi ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa "tidak seperti dirinya sendiri" belakangan ini, karena lebih cepat tersinggung, lebih mudah stres, bahkan kehilangan motivasi bekerja atau belajar.
Dalam ilmu psikologi, kemampuan seseorang beradaptasi terhadap tekanan lingkungan dikenal dengan istilah coping. Marini menjelaskan bahwa coping tidak hanya berarti bertahan, tetapi juga bagaimana seseorang menyadari, menerima, dan mengelola reaksi emosionalnya terhadap situasi sulit, termasuk panas ekstrem.
"Kita memang tidak bisa mengendalikan suhu udara, tapi kita bisa mengatur cara kita meresponsnya," tegasnya.
Ia menyarankan masyarakat untuk melatih kesadaran diri (self-awareness) dengan langkah-langkah sederhana seperti :
• Mengurangi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam terpanas
• Memperbanyak minum air putih
• Istirahat cukup
• Menjaga pola makan seimbang
• Memberi waktu bagi diri sendiri untuk berhenti sejenak dari kesibukan.
"Kadang, diam sebentar di bawah kipas sambil menarik napas panjang jauh lebih menyembuhkan daripada terus berlari di tengah panas dunia yang riuh," tutupnya dengan tenang.
Fenomena suhu tinggi ini bukan hanya persoalan fisik, tapi juga isu kesehatan mental yang perlu diwaspadai. Tekanan cuaca dapat memperburuk stres yang sudah ada, memicu konflik sosial kecil, dan menurunkan semangat hidup masyarakat.
Ahli psikologi lingkungan bahkan menyebut fenomena ini sebagai bagian dari eco-anxiety, yaitu kecemasan akibat perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang tidak menentu.
Artinya, menjaga ketenangan pikiran di tengah cuaca panas bukan hanya bentuk self-care, tetapi juga langkah penting untuk menjaga ketahanan psikologis di era perubahan iklim.