Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Inilah Makanan dan Minuman yang Perlu Dihindari Ibu Hamil Menurut Ahli Obstetri

Seorang ibu yang sedang hamil haruslah mengonsumsi makanan yang bergizi dan dalam kondisi matang sempurna--

BACAKORANCURUP.COM - Spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Muhammad Fadli, SpOG, menekankan pentingnya perhatian khusus terhadap pola makan selama masa kehamilan. Menurutnya, apa yang dikonsumsi oleh ibu hamil tidak hanya berdampak pada kesehatan sang ibu, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap perkembangan janin.

Karena itu, ia menyarankan agar ibu hamil lebih selektif dalam memilih makanan dan minuman, termasuk dengan menghindari bahan pangan yang tidak dimasak dengan sempurna serta mengurangi konsumsi minuman berkafein.

Dalam keterangannya kepada ANTARA di Jakarta, dr. Fadli menyampaikan bahwa salah satu risiko terbesar dari makanan yang kurang matang adalah kemungkinan terkontaminasi bakteri berbahaya seperti salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi serius yang menimbulkan gejala seperti diare, demam, hingga gangguan pencernaan berat.

BACA JUGA:Jangan Terlambat ! Dokumen Kepemilikan Tanah Ini Wajib Diganti Sebelum 2026

BACA JUGA:5 Makanan Tradisional Indonesia yang Sehat dan Bergizi, Cocok untuk Diet !

Kondisi-kondisi tersebut tentu dapat membahayakan kehamilan, terutama jika tidak ditangani dengan segera. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa makanan yang dikonsumsi ibu hamil harus benar-benar matang secara menyeluruh.

Ia memberikan contoh beberapa makanan yang kerap dianggap aman, namun sebenarnya berisiko tinggi jika tidak diolah dengan tepat.

Misalnya, steak yang dimasak setengah matang atau hidangan yang menggunakan telur mentah dan semi-mentah seperti saus holandaise. Walaupun beberapa orang mungkin terbiasa menikmati makanan tersebut, bagi ibu hamil hal ini dapat meningkatkan risiko paparan bakteri dan kuman yang tidak terlihat. Karena itu, ia menganjurkan agar menu-menu seperti itu dihindari sementara waktu hingga proses kehamilan selesai.

Lebih lanjut, dr. Fadli juga menyoroti pentingnya menghindari makanan laut yang berpotensi mengandung kadar merkuri tinggi.

Ia menyebutkan bahwa kerang dan tuna merupakan dua jenis makanan yang sebaiknya dibatasi atau tidak dikonsumsi sama sekali selama kehamilan. Zat merkuri yang terkandung dalam beberapa jenis ikan dan hewan laut dapat berdampak negatif pada perkembangan sistem saraf janin. Paparan merkuri dalam jumlah tertentu dapat mengganggu kemampuan otak untuk berkembang secara optimal, sehingga berpotensi memengaruhi kemampuan kognitif anak di masa depan.

Selain menghindari makanan yang berbahaya, ia juga mendorong ibu hamil untuk memperhatikan kualitas makanan yang mereka konsumsi setiap hari. Makanan tidak hanya harus matang, tetapi juga harus memenuhi prinsip kebersihan dan keamanan pangan.

Hal ini mencakup proses mencuci bahan makanan, memastikan peralatan masak bersih, serta memperhatikan cara penyimpanan makanan agar tidak terkontaminasi. Menurutnya, hal-hal sederhana seperti itu dapat sangat membantu mengurangi risiko penyakit yang berasal dari makanan.

Tidak hanya makanan, minuman pun menjadi perhatian penting. Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan beberapa jenis minuman energi sebaiknya dibatasi.

Kandungan kafein yang terlalu tinggi dapat memengaruhi detak jantung janin dan berpotensi meningkatkan risiko komplikasi tertentu pada kehamilan. Meskipun konsumsi kafein dalam jumlah kecil masih dianggap aman, ibu hamil tetap dianjurkan untuk mengontrol asupannya agar tidak berlebihan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan