Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

6 Fakta Menarik Penyebab Nasi Jarang Dikonsumsi Orang Barat

Roti menjadi salah satu makanan utama orang barat--

Sebaliknya, pasta cukup direbus, kentang tinggal dipanggang, dan roti langsung siap saji tanpa proses apa pun. Dalam kehidupan yang serba cepat, kepraktisan menjadi faktor penting, sehingga nasi dianggap kurang efisien untuk dimasak setiap hari.

5. Dinilai Kurang Mengenyangkan

Karbohidrat utama yang dikenal orang Barat adalah makanan yang terasa "berat" dan padat seperti roti gandum tebal, baked potato, pasta al dente, hingga bubur oatmeal yang kental.

Dibandingkan itu semua, nasi terasa lembut, ringan, dan cepat dicerna. Secara visual pun, nasi terlihat kurang bervolume, sehingga dianggap tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Karena persepsi rasa kenyang sangat dipengaruhi kebiasaan dan tampilan, nasi jarang dipilih sebagai makanan utama.

6. Tidak Terbiasa Makan Nasi Sejak Kecil

Inilah alasan paling mendasar. Sejak kecil, anak-anak di Barat dibesarkan dengan menu berbasis gandum seperti roti panggang, sereal, oatmeal, pancake, sandwich, pasta, hingga mashed potato. Nasi tidak pernah menjadi bagian dari pola makan keluarga maupun sekolah.

Karena tidak memiliki kedekatan emosional atau kebiasaan terhadap nasi, masyarakat Barat tidak menjadikannya sebagai kebutuhan penting dalam menu sehari-hari hingga dewasa.

Jika digabungkan, alasan-alasan di atas menunjukkan bahwa jarangnya konsumsi nasi di Barat bukanlah masalah rasa, melainkan hasil dari perbedaan budaya, harga, sejarah pertanian, hingga kebiasaan sejak kecil. Bagi orang Asia, nasi adalah identitas kuliner; bagi orang Barat, nasi hanyalah makanan sampingan yang muncul sesekali.

Jadi, bukan karena mereka tidak suka nasi, mereka hanya tumbuh dalam budaya yang tidak menempatkan nasi sebagai pusat hidangan, layaknya masyarakat Asia.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan