Koperasi Merah Putih : Solusi Ekonomi Desa yang Bisa Hasilkan Rp1 Miliar Setahun
IST Zulkifli Hasan, Menko Pangan Republik Indonesia, sumber foto : @kemenkopangan.ri--
Budi Arie membeberkan bahwa saat ini harga pupuk bersubsidi di lapangan bisa mencapai Rp4.800 per kg, padahal dari pabrik harganya hanya sekitar Rp2.300 dengan ongkos kirim Rp300-Rp400.
“Delta harga yang terlalu besar ini menjadi bukti bahwa subsidi belum tepat sasaran. Petani seharusnya bisa menikmati harga pupuk sesuai ketetapan, bukan membayar lebih mahal di pasaran,” tegas Budi.
Jika dikelola oleh Koperasi Merah Putih, penyaluran barang subsidi dinilai akan lebih terarah dan berada dalam pengawasan yang lebih baik.
BACA JUGA:Mengenal Koperasi Merah Putih: Solusi Ekonomi Gotong Royong Desa
Koperasi akan memastikan barang-barang bersubsidi sampai ke masyarakat yang berhak, dengan harga sesuai ketentuan dan tanpa permainan harga oleh pihak tak bertanggung jawab.
Koperasi Merah Putih hadir sebagai instrumen ekonomi baru yang bertujuan tidak hanya untuk memperkuat ekonomi desa, tetapi juga menekan ketimpangan distribusi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari akar rumput.
Dukungan pemerintah berupa pinjaman modal dan pengawasan operasional diharapkan dapat mempercepat realisasi koperasi yang tangguh, profesional, dan berdampak luas.
Dengan target keuntungan hingga Rp1 miliar per unit koperasi, program ini diharapkan mampu menjadi lompatan besar dalam memberdayakan ekonomi rakyat melalui koperasi modern yang adaptif dan berdaya saing tinggi.