Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

大同 Timur, Oleh: Dahlan Iskan

Dahlan Iskan--

"Di lereng gunung itu?”

"Kentang".

"Kentang untuk apa saja?”

"Untuk mi. Mi kentang. Di sini masakan mi-nya terkenal. Harus coba," katanya.

Kami terus melaju ke arah timur. Sudah lebih 100 km. Jalannya aspal bagus. Kecil. Satu mobil ke arah sana, satu mobil ke arah sini. Sepanjang perjalanan hanya ada kentang dan kebun buah --mirip apel tapi kecil-kecil.

"Dari mana ni tahu lokasi pusat riset ini? Kan jauh sekali. Di pelosok sekali...".

"Wo pernah antar tamu ke dekat situ," jawabnya.

"Women sudah dekat?”

”Sudah dekat".

Di depan sana ada pertigaan. Ia belok kanan. Kami memasuki jalan besar dan lapang. Dua jalur. Masing-masing dua lajur. Tertanam barisan pohon di pemisah jalan, di kanan dan di kiri jalan. Sepi. Rapi. Saya baca di gerbangnya: kawasan industri.

Ups... Di tempat begini pelosok ada kawasan industri. Masih baru. Sepi. Belum banyak pabrik berdiri. Salah satu yang terlihat besar adalah pabrik dari Jerman: Kohler.

Setelah membelah kawasan industri itu, mobil belok kiri. Ke jalan baru. Lebarnya empat lajur.

Di kanan jalan baru inilah terlihat ada benda sebesar gerbong kereta api memanjang panjang sekali. Warnanya seperti warna alumunium. Mungkin sebenarnya lebih besar dari kereta api hanya saja terlihat agak kecil karena posisinya agak jauh dari jalan.

"Itu, yang panjang itu" katanya.

Saya pun memotret. Memvideo. Dari posisi agak jauh. Benda itu adalah terowongan. Di atas tanah. Bukan terowongan bawah tanah. Panjangnya sekitar 2 km.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan