Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Peak Halimun, Oleh: Dahlan Iskan

Peak halimun.-ist-

Perkawinan ini istimewa. Pengantin laki-lakinya bernama Ahmed Ipesa-Balogun. Kelahiran Nigeria. Dari keluarga elite di Nigeria. Kiki-Ahmed bertemu kali pertama di Amerika. Yakni saat Kiki dapat program jurnalisme di Amerika. Ahmed sendiri pindah ke Amerika saat umur dua tahun. Dibawa ayah-ibunya. Kini Ahmed sudah warga negara Amerika. 

Tahun lalu Ahmed terbang dari Amerika ke Luwuk. Betapa jauhnya. Ia menemui ayah Kiki: melamar. Ia cium tangan sang calon mertua. Langsung diterima. Malam kemarin itu adalah upacara adat Bugis yang wajib dilakukan sehari sebelum pernikahan. Saya lupa nama upacaranya. Ibunda kiki adalah wanita Bugis. Sang ayah orang Banggai.

Pernikahannya sendiri berlangsung Sabtu pagi ini: di hotel Santika, Luwuk. Sedang upacara adat itu berlangsung di rumah Kiki yang amat sederhana di desa Bunga, di pinggiran kota Luwuk. Ayah bunda Ahmed datang dari Amerika ke Luwuk. Pun keluarga besar Ahmed berdatangan dari Nigeria. Salah satunya menjabat penasihat presiden Nigeria. Mereka kelihatan tertarik pada upacara adat itu. Salah satu suami-istri dari Nigeria ikut jadi pelakunya.

Di acara itu, sembilan pasang suami istri bergantian memberi doa khusus: mengoleskan dua jenis ramuan ke telapak tangan pengantin wanita. Lalu mendoakannya.  Saya dijadwalkan menjadi salah satu yang ikut melakukannya. Batal. Itu karena saya datang tidak dengan istri. Padahal kalau terjadi, saya bisa jadi juara di antara sembilan pasang itu: hanya saya yang sudah merayakan 50 tahun perkawinan. 

Sabtu pagi ini ''perkawinan'' antar bangsa itu dirayakan di Luwuk. Saya lihat Luwuk jauh lebih maju dari yang saya lihat dulu. Inilah kota tercantik di seluruh Sulawesi –kalau sudah lebih maju kelak. 

Kota ini berada di teluk yang permai. Bagian bawah, yang di dekat pantai, berkembang menjadi down town-nya. Pinggiran kotanya berbukitan yang berperan seperti backdrop-nya: Bukit Halimun. 

Bukit Halimun kini berkembang menjadi kota baru. Dari sini bisa melihat down town di bawah sana: kalau malam indahnya cahaya seperti melihat Sentral Hong Kong dari arah The Peak di tahun 1930-an. (Dahlan Iskan)

 

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan