Israel Buka Kembali Perlintasan Rafah untuk Penduduk Gaza
Israel Buka Kembali Perlintasan Rafah untuk Penduduk Gaza--
BACAKORANCURUP.COM -Pada hari Minggu kemarin, Israel secara resmi mulai membuka kembali pintu perlintasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir. Pembukaan ini dilakukan secara terbatas dan hanya diperuntukkan bagi pergerakan manusia di kedua arah, setelah gerbang vital dari dan menuju Gaza tersebut ditutup sejak pasukan Israel mengambil kendali pada Mei 2024 lalu.
Badan kementerian pertahanan Israel yang mengawasi urusan sipil di wilayah Palestina, COGAT, mengonfirmasi pada hari Jumat bahwa akses ini bertujuan untuk memfasilitasi mobilitas penduduk Gaza. Keputusan ini diambil setelah jenazah Ran Gvili—sandera Israel terakhir yang ditahan di Gaza—berhasil ditemukan beberapa hari lalu dan telah dimakamkan di Israel pada hari Rabu. Sebelumnya, Israel menegaskan tidak akan membuka perlintasan tersebut sebelum seluruh sisa jenazah warganya dikembalikan.
Pembukaan ini juga menjadi jalan bagi masuknya Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), sebuah badan teknokrat beranggotakan 15 orang yang dipimpin oleh mantan wakil menteri Otoritas Palestina, Ali Shaath.
BACA JUGA: Indonesia Juara Umum Thailand Masters 2026
BACA JUGA: Dewan Ingatkan Disdikbud Profesional Jalankan Program Beasiswa
NCAG dibentuk untuk mengelola pemerintahan harian bagi 2,2 juta penduduk Gaza di bawah pengawasan "Dewan Perdamaian" (Board of Peace) yang diketuai oleh Presiden AS Donald Trump.
COGAT menetapkan bahwa akses masuk dan keluar akan diizinkan melalui koordinasi dengan Mesir dengan terlebih dahulu melewati pemeriksaan oleh Israel, dan di bawah pengawasan misi Uni Eropa.
Namun, rincian utama masih belum jelas, termasuk berapa banyak orang yang akan diizinkan melintas dan apakah mereka yang ingin kembali ke Gaza akan diizinkan masuk.
Seorang sumber di perbatasan mengatakan kepada AFP bahwa perlintasan di hari Minggu sebagian besar akan dikhususkan untuk persiapan dan pengaturan logistik dan perlintasan orang-orang yang terluka akibat perang dan membutuhkan bantuan medis. Perlintasan di hari Minggu ini akan menjadi tahap uji coba sebelum pembukaan kembali secara reguler yang dijadwalkan akan dimulai pada hari Senin.
BACA JUGA: Polisi Dalami Peran Pemilik Kebun Ganja di Dalam Rumah, Diduga Tak Sekadar Pengguna
BACA JUGA: Efisiensi Anggaran Tetap Jalankan Program Pembangunan
Meski demikian, belum ada kesepakatan yang dicapai mengenai jumlah warga Palestina yang diizinkan masuk atau keluar, tambah sumber tersebut, seraya mencatat bahwa Mesir berencana untuk menerima semua warga Palestina yang diizinkan oleh Israel untuk meninggalkan wilayah tersebut.
Meskipun perlintasan telah dibuka, situasi di lapangan tetap tegang. Hamas sempat menyerukan pembukaan penuh di kedua arah segera setelah pemulangan jenazah Gvili. Di sisi lain, kekerasan masih terus terjadi; badan pertahanan sipil Gaza melaporkan setidaknya 32 orang tewas akibat serangan udara Israel pada hari Sabtu. Militer Israel mengklaim serangan tersebut merupakan balasan atas pelanggaran gencatan senjata oleh pejuang Palestina di kota Rafah pada hari Jumat.