Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Wani 2727, Oleh: Dahlan Iskan

Wani 2727, Oleh: Dahlan Iskan -ist-

Yang seperti itu, kata Wani, tidak bisa diubah oleh hanya satu orang baik di lingkungan banyak vampire. Justru yang baik itu ketularan jadi vampire. "Tipe vampire akan terus ada, tapi tidak boleh banyak," katanyi.

Banyak sekali yang ditularkan Wani ke rombongan bisnis ini. Termasuk bagaimana merekrut karyawan baru. Dua hal yang penting dalam rekrutmen masa kini: wawancara dan melihat isi medsos calon karyawan. Ijazah, nilai, CV memang perlu tapi wawancara dan melihat isi medsos lebih penting.

Pertanyaan di wawancara itu pun bagi Wani yang sederhana saja: disuruh bercerita tentang kehidupan keluarga calon karyawan. Dari situ bisa diketahui apakah mereka dari keluarga berpikir positif atau keluarga yang menderita batin.

"Saya pilih calon karyawan yang datang dari keluarga bahagia, berpikir positif, dan optimistis," kata Wani. Dia ambil contoh ekstrem dan lucu.

Ketika diminta bercerita tentang keluarga ada calon karyawan justru minta izin: bolehkah bercerita tentang ayahnya yang beristri lima. Tentu boleh. Si anak ternyata menceritakannya dengan penuh tawa dan lucu. Bukan tentang perang bharatayuddha di keluarga itu. Yang seperti itu menandakan sikap berpikir si anak yang positif.

Tentu semua itu harus dicocokkan dengan isi medsos mereka. Dari postingan di medsos kejiwaan dan karakter seseorang juga bisa dilihat. Termasuk cara berpikirnya: positif atau negatif.

Sayang, kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Nanik S. Deyang, tidak ikut mendengar penampilan Wani Sabu di Halo BCA Semarang. Kalau saja dia ikut pasti Deyang akan langsung berhenti menangis-nangis. Dia akan bisa marah-marah sambil 2-7-2-7. (Dahlan Iskan)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan