Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Jeruk Keprok, Oleh: Dahlan Iskan

Jeruk Keprok, Oleh: Dahlan Iskan-Ist-

 

Sebanyak prestasi Febrie di lingkungan kejaksaan. Febrie sudah bintang tiga di Kejagung: jaksa agung muda. Yakni pangkat tertinggi di bidang penanganan korupsi. Ibarat jeruk ia sudah sebesar jeruk Bali.

 

Yang akan memeriksa Febrie nanti tentu para jaksa dari lingkungan pemberantasan korupsi. Pangkat mereka tidak mungkin lebih tinggi dari Febrie. Memang bisa diambilkan jaksa yang tidak sekecil jeruk purut tapi ukuran terbesar setelah bintang tiga adalah jeruk keprok.

 

Tentu dengan sudah diberhentikannya Febrie sebagai jampidsus, jeruk Bali itu sudah tidak lagi berlimonene. Tapi ia belum diberhentikan sebagai jaksa. Ukuran dirinya masih tetap sebesar jeruk Bali. Karena itu Kejagung akan membawa dulu Febrie ke pengadilan etik. Putusan peradilan etika itulah yang akan dipakai memecat Febrie dari institusi Kejaksaan.

 

Setelah itu barulah Febrie bukan lagi jeruk Bali. Ada jenis jeruk Bali yang lain. Sebagai anak miskin dari desa, Boyamin tentu pernah main bola jenis ini: bola yang disepak-sepak adalah jeruk Bali yang jatuh dari pohon sebelum waktunya.

 

Maka greget publik yang menyangka kasus ini segera terbuka blak hanya akan seperti greget gemeretaknya gigi yang ompong di atas. Peradilan etik biasanya tertutup karena etika adalah urusan internal.

 

Memang ada pertanyaan dari akal sehat masyarakat luas: sama-sama dilimpahkan cepat mengapa tidak ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Undang-undangnya ada. Juga tidak perlu ada istilah jeruk Bali, jeruk keprok, dan jeruk purut. Tapi di KPK kelihatannya ada jenis jeruk yang lain: orang seperti Boyamin Saiman sudah pernah mengadukan soal Febrie itu ke KPK. Sejak tahun 2024.

 

"Tidak pernah ada penanganan," ujar Boyamin.

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan