Burger Tempe, Oleh: Dahlan Iskan
Burger Tempe, Oleh: Dahlan Iskan-ist-
Dia hanya menyanyi satu lagu. Tepuk tangan bergemuruh.
Lantas muncul dua wanita lagi. Penyanyi aria dan pemain piano. Menyanyi satu lagu lagi. Setelah itu muncul laki-laki dengan pakaian tuxedo diiringi pemain piano wanita. Ia juga menyanyikan satu lagu aria.
Begitulah, selama 40 menit, delapan lagu aria dinyanyikan bergantian. Gedung berisi hanya 120 orang itu hampir penuh. Setiap akhir lagu mereka bertepuk tangan.
Di babak kedua piano didorong ke belakang panggung. Lalu muncul lima pemain musik. Yang tiga orang duduk di bagian depan: pemain ''gitar'', ''mandolin'', dan arkodion. Kata ''gitar'' saya beri tanda petik karena kecil sekali. Seukuran biola. Bodi gitarnya segi tiga.
Ada satu orang berdiri di belakang: pegang ''bas'' setinggi orangnya. Kata ''bas'' juga pakai tanda kutip karena bodinya juga segitiga –tidak seperti bas akustik biasa.
Lagu pertamanya instrumental: jelaslah ini musik rakyat Rusia. Lalu muncul penyanyi wanita dengan pakaian adat Rusia. Dia menyanyikan lima lagu. Tanpa gaya. Itulah pertunjukan musik balalaika. Nama ini diambil dari nama alat musik yang bentuknya segi tiga tadi. Yang kecil disebut balalaika. Yang besar disebut basbalalaika.
Mereka sedang memeragakan balalaika ensemble.
Ini kali pertama saya menyaksikan balalaika ensemble. Waktu kali pertama ke Rusia dulu, kami, rombongan Presiden Soeharto mendapat kesempatan menonton teater balet di gedung balet tertua dan terhebat di St. Petersburg.