Lebaran di Indonesia Tahun Ini Berubah Total, Ini Data Terbaru!

Ilustrasi Net--
BACAKORANCURUP.COM - Momen hari raya keagamaan seperti Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi salah satu pendongkrak perputaran ekonomi di Indonesia.
Ramadan dan Lebaran yang jatuh pada kuartal I tahun ini semestinya menjadi motor utama pertumbuhan. Namun sayangnya, momentum Ramadan dan Lebaran kali ini diwarnai dengan 'awan gelap'.
Informasi terhimpun, banyak data dan survei ekonomi masyarakat yang menunjukkan kemeriahan Ramadan dan Lebaran tahun ini malah meredup jika dibandingkan tahun sebelumnya.
Konsumsi masyarakat diyakini tidak sederas tahun-tahun sebelumnya. Salah satu pendorongnya adalah badai PHK yang melanda di awal tahun.
BACA JUGA:Tahun Ini, Penetapan Lebaran 2025 Muhammadiyah Terakhir Menggunakan Hisab, Selanjutnya Mengacu KHGT
BACA JUGA:Pertamina Resmi Turunkan Harga Pertamax Series
Untuk memahami lebih lanjut prospek 'gelap' ekonomi RI di masa Lebaran, berikut ini data dan survei yang menopang kondisi ini:
1. Perputaran Uang
Perputaran uang selama Idul Fitri 2025 diprediksi turun. Ramalan ini merujuk pada jumlah pemudik yang mengalami penurunan.
Sebelumnya, berdasarkan hasil survey yang dilakukan badan kebijakan transportasi, pusat statistik, Kementerian Perhubungan dan akademisi, jumlah pemudik diperkirakan hanya 146,48 juta orang atau sekitar 52% dari penduduk Indonesia. Angka itu turun 24% dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.
"Jika tahun lalu asumsi perputaran uang selama Idul Fitri 2024 mencapai Rp 157,3 triliun, maka asumsi perputaran uang libur Iduel Fitri 2025 diprediksi mencapai Rp 137.975 triliun," kata Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang, dalam pernyataan persnya.
"Prediksi tersebut dihitung dari jumlah pemudik tahun ini sejumlah 146,48 atau setara dengan 36,26 juta keluarga dengan asumsi per keluarga empat orang," imbuhnya.
"Jika rata rata keluarga membawa uang sebesar Rp 3.75 juta naik 10% dari tahun lalu maka potensi perputaran uang diprediksi sebesar Rp 137.975 triliun." tutur dia.