Labuhan Jambu Oleh: Dahlan Iskan

--

BACAKORANCURUP.COM - Makan sahur terakhir kami di bulan puasa kemarin –Anda sudah tahu– di Pulau Moyo. Sebetulnya kami ''menyesal kemudian'' ke pulau itu.

Saya pun minta maaf ke anak-cucu: waini sebenarnya ada objek yang lebih hot di Sumbawa. Lokasinya masih di dekat Pulau Moyo. Lokasi wisata baru. Saya pun baru tahu lima hari sebelum berangkat ke Pulau Moyo. Seharusnya kami ke situ.

Namanya: Labuhan Jambu.

Labuhan Jambu adalah sebuah teluk di bagian tengah pulau Sumbawa. Teluk ini luas. Lautnya tenang. Mulut teluk itu ditutup oleh Pulau Moyo yang sangat panjang. Maka, meski teluk ini sangat luas gelombangnya tidak besar.

Tahun lalu sebenarnya saya menyeberangi teluk tersebut. Naik speed boat. Dari kota Sumbawa Besar ke Tambora: dua jam perjalanan. Tapi waktu itu Labuhan Jambu belum ''ditemukan''.

"Labuhan Jambu baru jadi buah bibir empat bulan terakhir," ujar Clarissa Lino. "Terutama di kalangan para penyelam," tambahnya.

Clarissa adalah putri RJ Lino –tokoh di balik kemajuan pesat Pelindo II. Dengan demikian Clarissa merupakan putri campuran antara Rote dan Sunda.

Kini Clarissa bergerak di bidang rumput laut di NTT. Dia membina petani rumput laut di kampung halaman ayahnya: di Rote. Dia juga membangun pabrik rumput laut di Kupang.

Clarissa seorang penyelam yang andal.

Apa keistimewaan Labuhan Jambu?

"Kita bisa berenang bersama ikan paus. Asyik sekali," katanya. "Kini Labuhan Jambu jadi tujuan wisatawan asing dari Inggris," tambahnya.

Nama Labuhan Jambu masih begitu asing di telinga kita. Seluruh anak-cucu-menantu saya pun belum ada yang pernah mendengar nama Labuhan Jambu. Pun Azrul yang sudah beberapa kali menyusuri sepanjang pulau Sumbawa untuk bersepeda.

"Tuh di sana. Itulah Labuhan Jambu," kata saya saat speed boat kami membelah laut menuju Pulau Moyo.

BACA JUGA:Presiden Prancis Macron Siap Bangun Masa Depan Bersama Prabowo

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan