Ada Peluang Penurunan Tarif AS-China Disektor Industri Tekstil
Ilustrasi tekstil.--
BACAKORANCURUP.COM - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sektor hulu industri tekstil justru menunjukkan potensi besar sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Salah satu pelaku utamanya, PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI), menyebut bahwa dengan perlindungan kebijakan yang tepat dan iklim investasi yang kondusif, sektor ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi nasional.
MCCI yang merupakan produsen Purified Terephthalic Acid (PTA)—komponen penting dalam rantai pasok tekstil—baru saja menerima penghargaan Best Liaison Contact dari Bank Indonesia (BI) atas kontribusinya dalam penyusunan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.
“Kami percaya, kolaborasi antara industri dan regulator sangat penting untuk menciptakan kebijakan ekonomi yang relevan dan efektif. Data dan masukan dari pelaku usaha seperti kami menjadi dasar kebijakan yang tepat sasaran,” ujar Anang Adji Sunoto, Direktur Utama MCCI, dalam talkshow Resiliensi Ekonomi Nasional di Tengah Dinamika Global, Rabu 4 Juni 2025.
Optimisme ini juga diperkuat oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang dirilis Mei 2025. Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan mencapai 3,0%, meningkat dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,9% (April 2025).
BACA JUGA:Samsung Bakal Luncurkan HP Lipat Baru, Rumornya Galaxy Z Fold 7 Ultra!
BACA JUGA:Apple Siapkan Metalens untuk Seluruh Varian iPhone 17, Apakah Itu?
Kenaikan ini didorong oleh membaiknya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, yang menyepakati penurunan tarif impor selama 90 hari.
“Ada peluang besar yang harus kita tangkap. Tapi kita tidak bisa hanya menunggu arah angin global. Indonesia harus membangun ketahanan dalam negeri—baik dari sisi industri, stabilitas nilai tukar, maupun kebijakan fiskal,” ujar Anang.
Ia juga menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%, seperti yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto, hanya bisa dicapai jika sektor industri—termasuk hulu tekstil—diberi perlindungan dan dukungan penuh.
Sebagai produsen bahan baku utama tekstil, MCCI berperan penting dalam menyediakan PTA berkualitas tinggi.
Produk ini menjadi bahan dasar pembuatan benang, kain, hingga berbagai produk tekstil bernilai tambah yang menopang industri hilir.
Namun, sektor ini menghadapi tantangan serius seperti: Biaya logistik tinggi akibat kondisi geografis Indonesia. Persaingan tidak sehat, seperti praktik dumping dan impor ilegal.
Kebutuhan akan dukungan kebijakan strategis, termasuk penerapan safeguard measures dan Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) pada produk POY dan DTY.
“Perlindungan terhadap industri dalam negeri sangat vital agar persaingan berlangsung secara fair. Kami mendukung langkah-langkah seperti safeguard dan BMAD yang menjaga kelangsungan industri dari praktik perdagangan curang,” tegas Anang.
MCCI juga menekankan pentingnya sinergi antara sektor industri dan pemerintah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur logistik serta penyederhanaan birokrasi. Ketiganya merupakan pilar penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat.