Semangat Regenerasi Panahan Nasional Masih Menggema
Kejurnas Junior 2025.--
BACAKORANCURUP.COM - Kota Kudus kembali menjadi tuan rumah MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior memperlombakan sebanyak 876 atlet muda panahan dari 28 provinsi di Indonesia.
Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) bersama dengan Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut menggelar kejuaraan tersebut untuk unjuk kemampuan dan bersaing menjadi yang terbaik dalam turnamen.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menyampaikan bahwa dengan hadirnya MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 di Kudus merupakan upaya untuk menumbuhkan cinta dan kesukaan masyarakat terhadap cabang olahraga panahan.
Yoppy juga menggarisbawahi pentingnya pemassalan olahraga yang dilakukan secara berkesinambungaan.
"Kami menyambut baik MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 ini. Selain karena dapat memotivasi para atlet junior yang bertanding, para atlet usia dini dapat turut mempunyai kesempatan untuk mengamati dan mempelajari panahan dari jarak dekat," ucap Yoppy.
Selain itu, kata Yoppy, kejuaraan ini bertujuan untuk melibatkan sebanyak-banyaknya atlet untuk menjaga ekosistem olahraga dan meningkatkan prestasi di level dunia.
Cabang olahraga panahan juga memiliki sejarah besar saat memenangi medali perak di Olimpiade Seoul 1988 yang ditorehkan tiga srikandi Nurfitriyana Saiman, Lilies Handayani.
"Kecintaan terhadap cabang olahraga ini semakin besar sehingga memiliki potensi untuk melahirkan bibit-bibit usia muda yang akan menjadi atlet kelas dunia. Semoga lewat upaya- upaya konsisten membina atlet-atlet panahan sejak usia dini, nantinya Indonesia akan mulai mendulang medali emas di pentas Olimpiade," kata dia.
Sementara, Ketua Umum PB Perpani, Mohammad Arsjad Rasjid Prabu Mangkuningrat mendukung dengan adanya kejuaraan MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior akan menjadi gerbang awal menuju prestasi cabang olahraga panahan di level dunia.
"MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2025 adalah langkah serius dari Perpani, Pengprov, klub, dan sponsor dalam membangun ekosistem panahan nasional yang terstruktur dan berkelanjutan," jelas Arsjad.
Arsjad berharap bahwa dengan menjaga ekosistem lewat pembinaan atlet-atlet junior panahan secara berkelanjutan, masa depan cabang olahraga panahan Indonesia akan semakin kokoh."Saya berharap atlet-atlet yang menjadi juara di sini tidak langsung puas, tetapi semakin bersemangat berlatih. Bertandinglah dengan sportif, kejurnas ini akan menjadi pintu untuk langkah selanjutnya, baik itu pelatnas, SEA Games, atau bahkan Olimpiade," harap dia.
Senada dengan Arsjad, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Ario Bimo Nandito Ariotedjo menegaskan dengan adanya komitmen tinggi dari pemerintah dan dukungan dari banyak pihak, masa depan olahraga panahan akan semakin berprestasi di banyak multi event seperti Sea Games, Asian Games, maupun Olimpiade.
"Pemerintah memiliki komitmen yang sangat tinggi untuk cabang olahraga panahan. Saya juga berterima kasih karena kami mendapat dukungan dari federasi yang berintegrasi dan perusahaan swasta besar yang mencintai olahraga," terang Dito.
Selain itu, Dito mengapresiasi terciptanya kolaborasi aktif antara Perpani dan Djarum Foundation untuk terus meningkatkan minat masyarakat sekaligus menjaga proses regenerasi olahraga panahan.