Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Timothy Ronald Sebut Gym untuk Orang Bodoh ? Ini Jawaban Telak Pakar Olahraga !

IST Olahraga Gym--

BACAKORANCURUP.COM - Nama Timothy Ronald, pria muda berusia 24 tahun yang dikenal sebagai 'Raja Kripto Indonesia', kembali jadi sorotan publik. Kali ini bukan karena kiprahnya di dunia aset digital, melainkan karena pernyataannya yang kontroversial dalam sebuah podcast.

Ia menyebut bahwa olahraga gym hanya cocok untuk orang yang kurang cerdas.

Ucapannya itu pun sontak memicu polemik dan reaksi keras, terutama dari kalangan profesional kebugaran dan masyarakat umum yang peduli akan pentingnya gaya hidup sehat.

“Menurut gue, orang yang rajin banget nge-gym, sampai bentuk badannya kayak atlet, nggak mungkin sepintar itu,” kata Timothy dalam cuplikan video podcast yang kemudian tersebar luas dan viral di berbagai platform media sosial.

BACA JUGA:Gempar ! Indonesia Temukan Jamur Morel Tropis Pertama di Dunia dari Gunung Rinjani

BACA JUGA:Fitur Baru ChatGPT Bikin Heboh ! Study Mode Siap Ubah Cara Siswa Belajar

Pernyataan tersebut dinilai merendahkan para penggemar olahraga, khususnya mereka yang menjadikan gym sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan kebugaran mental. Tak sedikit netizen yang menyebut pandangan Timothy tidak berdasar, bahkan terkesan anti-intelektual.

Salah satu tanggapan keras datang dari dr Andhika Raspati, SpKO, seorang spesialis kedokteran olahraga. Dalam keterangannya, dr Andhika menyebut bahwa pandangan seperti yang dilontarkan Timothy sangat menyesatkan dan bisa berdampak negatif terhadap masyarakat.

Ia khawatir, masyarakat yang seharusnya mulai atau sedang aktif berolahraga justru menjadi ragu karena termakan stigma yang tidak berdasar tersebut.

“Tidak ada yang namanya olahraga untuk orang bodoh. Semua olahraga memiliki landasan ilmu pengetahuan, termasuk gym,” ujar dr Andhika saat diwawancarai detik.com, Jumat (1/8/2025).

Menurutnya, olahraga bukan hanya soal fisik, tapi juga soal logika dan strategi. Dalam dunia gym, misalnya, setiap gerakan yang dilakukan harus dipikirkan dengan matang agar memberikan efek optimal bagi tubuh. Seperti menentukan beban yang tepat, jumlah repetisi, teknik pernapasan, hingga distribusi latihan pada kelompok otot tertentu. Semua itu membutuhkan pengetahuan, perhitungan, dan konsistensi.

“Latihan itu harus dirancang. Misalnya, hari ini fokus bagian dada, besok ke kaki. Gerakannya pun harus benar supaya hasilnya maksimal dan tidak cedera. Itu semua bukan asal angkat beban,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr Andhika menambahkan bahwa manfaat olahraga gym juga mencakup peningkatan fungsi otak. Ketika tubuh bergerak, aliran darah ke otak menjadi lebih lancar, merangsang pelepasan neurotransmitter seperti dopamin dan endorfin, yang berperan penting dalam mengatur suasana hati, fokus, hingga kecerdasan emosional.

“Sudah terbukti secara ilmiah bahwa olahraga membantu meningkatkan kemampuan berpikir, memperbaiki suasana hati, bahkan membantu dalam mengelola stres dan kecemasan,” tegasnya.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan