Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Donat Kampung atau Donat Modern ? Simak Bedanya Sebelum Pilih Camilan Favoritmu !

IST Donat kampung dengan toping gula halus--

BACAKORANCURUP.COM - Donat, siapa yang tidak kenal dengan camilan manis berbentuk bulat dan berlubang di tengah ini ?Popularitasnya tak lekang oleh waktu.

Bahkan, seiring berjalannya zaman, donat mengalami banyak perubahan, baik dari segi bahan, tampilan, maupun cita rasanya. Di Indonesia, setidaknya ada dua jenis donat yang menonjol dan sama-sama digemari, yaitu donat kampung dan donat modern.

Keduanya hadir sebagai simbol dua generasi yang berbeda. Donat kampung membawa nuansa nostalgia dan kesederhanaan, sedangkan donat modern mencerminkan gaya hidup urban yang kreatif dan penuh inovasi.

Meski berasal dari latar belakang yang berbeda, kedua jenis donat ini punya tempat tersendiri di hati pecinta kuliner Nusantara.

BACA JUGA:Oreo Fudge, Cemilan Manis Teman Ngopi

BACA JUGA:Ini Makna Bendera One Piece yang Viral Jelang HUT ke-80 RI

Meskipun sering kita jumpai di pasar tradisional hingga kafe kekinian, donat sejatinya bukan berasal dari Indonesia. Makanan ini mulai dikenal luas pada tahun 1929 melalui pemberitaan di Los Angeles Times. Nama “donut” atau “doughnut” kemudian semakin populer ketika dimuat dalam artikel bertajuk “National Donut Week” di The New York Times.

Seiring globalisasi dan pertukaran budaya kuliner, donat masuk ke Indonesia dan mengalami adaptasi lokal. Maka lahirlah varian donat kampung yang khas dan berbeda dari versi aslinya. Kini, donat modern, yang kerap tampil trendi dengan topping kekinian, menjadi pelengkap di tengah maraknya gaya hidup generasi muda.

Lalu, apa sebenarnya yang membedakan donat kampung dengan donat modern ? Mari kita kupas lebih dalam dari berbagai aspeknya.

 

1. Adonan Dasar

Perbedaan pertama terletak pada bahan utama dan proses pembuatannya. Donat kampung biasanya dibuat dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di dapur rumah, seperti tepung terigu, ragi, gula, dan mentega.

Yang menarik, adonan donat kampung sering diberi tambahan umbi-umbian lokal seperti kentang, ubi, atau singkong yang telah dikukus dan dihaluskan. Umbi-umbian ini berfungsi sebagai pengikat alami, sekaligus memberikan tekstur lebih padat namun tetap lembut saat dikunyah.

Sebaliknya, donat modern lebih mengandalkan bahan-bahan premium dan tak jarang menggunakan teknik khusus dalam pembuatannya. Komposisinya bisa mencakup tepung protein tinggi, susu cair, telur dalam jumlah banyak, hingga mentega berkualitas. Hasilnya ? Tekstur donat modern jauh lebih ringan, fluffy, dan mengembang sempurna.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan