Gunther Steiner Beli Tech3 Racing 20 Juta Euro
ist Tech3 Racing .--
BACAKORANCURUP.COM - Akuisisi tim Tech3 Racing oleh mantan bos Haas F1, Gunther Steiner, menandai babak baru dalam sejarah MotoGP. Didukung dana investasi Apex yang melibatkan atlet top seperti Lando Norris, langkah ini terjadi di tengah transformasi besar dunia balap motor—dimana pengaruh Formula 1 dan investor global mulai merambah MotoGP.
Dengan dukungan penuh dari KTM hingga 2026 dan regulasi baru di depan mata, akuisisi ini bukan sekadar perubahan kepemilikan, tetapi simbol konvergensi dua dunia balap paling bergengsi di planet ini. Pada tahun yang sama, tim balap asal Prancis ini langsung berpartisipasi di kelas 250cc dalam ajang Grand Prix, menggunakan dua motor dari pabrikan Honda dan Suzuki.
Pada tahun 1999, Tech3 memutuskan untuk beralih ke Yamaha—keputusan yang terbukti tepat karena pada musim berikutnya, dua pembalap mereka, Olivier Jacque dan Shinya Nakano, berhasil finis di posisi pertama dan kedua di kelas 250cc.
BACA JUGA:Arsenal Siap Lepas Fabio Vieira ke Stuttgart
BACA JUGA:PSSI Belum Tunjuk Indra Sjafri Jadi Pelatih Timnas SEA Games
Kesuksesan tersebut membawa Tech3 naik ke kelas utama MotoGP pada tahun 2001, setelah meraih gelar juara dunia bersama Olivier Jacque.
Saat ini, tim Tech3 telah berevolusi menjadi bagian dari struktur KTM, dengan dua pembalap pabrikan—Maverick Vinales dan Enea Bastianini—yang dikontrak langsung oleh KTM.
Saat seri GP Inggris di Sirkuit Silverstone pada Mei lalu, muncul kabar bahwa mantan bos tim Haas F1, Gunther Steiner, berminat mengakuisisi Tech3 Racing. Namun, Poncharal saat itu langsung membantah rumor tersebut dan menegaskan bahwa timnya “tidak dijual.”
Namun, pada awal Agustus—ketika kalender MotoGP memasuki paruh musim—kabar akuisisi ini akhirnya terkonfirmasi. Menurut laporan Motorsport, Gunther Steiner resmi mengakuisisi tim Tech3 Racing dengan nilai lebih dari €20 juta (sekitar Rp 382,1 miliar).
Akuisisi ini tidak mengubah struktur tim teknis. Dalam jangka pendek, semua staf tetap dipertahankan, markas besar masih berada di Prancis, dan motor RC16 beserta line-up pembalap saat ini akan tetap digunakan hingga musim 2026.
Proses transisi akan berlangsung secara bertahap, di mana Herve Poncharal perlahan-lahan akan merumuskan tanggung jawab operasional bersama Steiner.
Poncharal sendiri telah mengkonfirmasi diskusi tersebut. "Nama Gunther Steiner memang muncul di media. Ya, kami sudah berbicara dengannya. Dia sangat baik dan jujur, dan saya sangat menghargai pengalamannya di dunia balap motor," ujarnya.
Steiner kemungkinan besar akan berperan sebagai investor, mitra, atau pemegang saham minoritas, serta membantu dalam hal sponsorship. Di balik langkah Steiner ini, terdapat Apex—sebuah dana investasi yang terdiri dari lebih dari 100 atlet profesional aktif dari berbagai cabang olahraga.
Di antara investor Apex terdapat nama pembalap F1 seperti Lando Norris, serta beberapa nama lainnya yang masih memilih tetap anonim.