Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Bukan Sekadar Cantik di Instagram, Ini Fakta Pudding Chia untuk Diet !

IST Chia Seed Pudding--

BACAKORANCURUP.COM - Beberapa tahun terakhir, dunia kuliner sehat digemparkan oleh kehadiran pudding chia seed yang menghiasi berbagai platform media sosial.

Dari unggahan foto berwarna cerah di Instagram hingga video resep singkat di TikTok, kudapan mungil ini sukses menarik perhatian warganet.

Banyak yang mempromosikannya sebagai camilan padat nutrisi, cocok untuk mendukung gaya hidup sehat, bahkan disebut-sebut sebagai “senjata rahasia” dalam program diet.

Namun, pertanyaannya, benarkah chia pudding layak menjadi menu andalan, atau hanya tren sesaat yang dibungkus tampilan estetik ?

Chia seed berasal dari tanaman Salvia Hispanica, sejenis tumbuhan yang masih satu keluarga dengan mint. Walau bentuknya kecil, biji ini kaya akan kandungan gizi, mulai dari serat, protein nabati, asam lemak omega-3, hingga antioksidan yang baik untuk tubuh.

BACA JUGA:Makanan Sehat Bisa Jadi Beracun ! Ini Kesalahan Sepele yang Sering Kamu Lakukan di Dapur

BACA JUGA:Tren Japanese Walking Jadi Olahraga Anti-Malas yang Bikin Panjang Umur !

Proses pembuatannya pun tidak sulit. Chia seed cukup direndam dalam cairan seperti susu sapi, susu nabati, atau bahkan air mineral. Saat terkena cairan, lapisan luar biji akan menyerap air dan mengembang membentuk tekstur gel.

Inilah yang menjadi ciri khas pudding chia. Setelah didiamkan beberapa jam atau semalaman untuk hasil maksimal, kamu bisa menambahkan topping sesuai selera, misalnya buah segar, potongan kacang, granola, atau bubuk matcha.

Kesederhanaan cara membuatnya, ditambah tampilan yang fotogenik, membuat pudding chia mudah dipasarkan di dunia digital.

Pudding chia bukan hanya soal rasa, tapi juga tampilan visual. Disajikan dalam gelas transparan, lapisan warna-warni dari buah, biji-bijian, atau selai alami membuatnya layak disebut “Instagrammable food”. Kreator konten kuliner berlomba-lomba menghadirkan inovasi resep, mulai dari versi rendah kalori untuk pelaku diet, hingga variasi unik seperti matcha chia pudding, vegan chocolate chia pudding, atau kombinasi tropis dengan kelapa dan nanas.

Popularitasnya didukung oleh hashtag seperti #ChiaPudding yang telah diposting jutaan kali. Fenomena ini membuktikan bahwa daya tarik visual sering kali menjadi faktor utama dalam penyebaran tren makanan di era digital.

Salah satu alasan pudding chia begitu diminati adalah klaimnya sebagai “makanan diet”. Banyak influencer kesehatan menganggapnya sebagai camilan rendah kalori yang mengenyangkan lebih lama, sehingga cocok untuk membantu menurunkan berat badan. Kandungan serat yang tinggi memang membuat perut terasa penuh lebih lama, sementara lemak sehatnya membantu mengontrol nafsu makan.

Namun, yang perlu diingat, manfaat ini hanya berlaku jika pudding chia dibuat dengan bahan pendukung yang sehat. Menambahkan terlalu banyak pemanis buatan, madu, sirup maple, atau krim kocok justru bisa meningkatkan jumlah kalori secara signifikan, sehingga efek dietnya berkurang.

Setiap sendok makan chia seed mengandung sekitar 11 gram serat, jumlah yang sudah memenuhi sebagian besar kebutuhan serat harian. Serat ini tidak hanya membantu rasa kenyang, tetapi juga mendukung kesehatan pencernaan. Omega-3 di dalamnya bermanfaat bagi kesehatan jantung, sedangkan antioksidan membantu melawan radikal bebas yang bisa merusak sel tubuh.

Tekstur gel yang dihasilkan juga punya keunggulan tersendiri. Ia memperlambat penyerapan cairan dalam tubuh, menjaga hidrasi, dan mengurangi keinginan untuk mengemil di antara jam makan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan