Baca Koran curupekspress Online - bacakorancurup.com

Fenomena "Latte Dad" di Swedia, Rahasia Ayah Modern yang Bikin Dunia Terkagum

IST Fenomena Latte Dad--

BACAKORANCURUP.COM - Belakangan ini, perhatian dunia banyak tertuju pada para ayah di Swedia yang memiliki julukan unik, "Latte Dad"Istilah ini menggambarkan para pria yang dengan sadar memilih untuk mengambil cuti ayah (paternity leave) demi terlibat penuh dalam pengasuhan anak.

Mereka tidak hanya memanfaatkan cuti untuk beristirahat, tetapi juga untuk ikut serta menjalankan peran penting sebagai orang tua, mulai dari mengantar anak berjalan-jalan dengan stroller, mengganti popok, menggendong bayi, hingga menghadiri janji medis anak.

Yang membuat fenomena ini semakin menarik adalah suasana sosial yang tercipta. Para ayah ini sering terlihat berkumpul di taman atau kafe, menyeruput kopi sambil berdiskusi mengenai pengalaman mengasuh anak, seperti cara mengatasi ruam popok atau tips menidurkan bayi.

BACA JUGA:Lupa Nomor BPJS Ketenagakerjaan ? Begini Cara Ceknya Tanpa Ribet !

BACA JUGA:Inilah Rekomendasi Camilan Sehat dan Simple yang Bisa Dibawa ke Kantor !

Dari sinilah lahir gambaran ayah modern yang hangat, terlibat, dan peduli.

Menurut data Swedish Institute, setiap orang tua di Swedia berhak atas cuti penuh selama 480 hari atau setara 16 bulan per anak. Dari total tersebut, 390 hari dibayar sesuai gaji penuh, sementara sisanya diberikan tunjangan tetap. Aturan ini berlaku untuk kedua orang tua, sehingga beban pengasuhan bisa dibagi rata.

Lebih jauh lagi, orang tua di Swedia dapat mengajukan pengurangan jam kerja hingga anak berusia 8 tahun, dan bagi pegawai pemerintah, kebijakan ini berlaku hingga anak berusia 12 tahun.

Tidak hanya itu, Swedia memiliki kebijakan progresif yang memungkinkan kakek-nenek mengambil cuti berbayar hingga tiga bulan untuk membantu merawat cucu di tahun pertama kehidupannya.

Perbandingan internasional menunjukkan jurang perbedaan yang besar. Di Amerika Serikat, misalnya, rata-rata ibu hanya memperoleh cuti sekitar dua minggu, sementara kebijakan paternity leave untuk ayah hampir tidak ada.

Studi dari Stockholm University menemukan bahwa kebijakan cuti ayah membawa dampak positif bagi kesehatan sosial dan mental

Data menunjukkan adanya penurunan 34% rawat inap akibat konsumsi alkohol di kalangan ayah dalam dua tahun pertama setelah kelahiran anak.

Peneliti utama, Helena Honkaniemi, menjelaskan bahwa keterlibatan aktif dalam pengasuhan membuat para ayah memiliki dorongan lebih besar untuk menjaga kesehatan dan mengontrol perilaku.

Sejak diperkenalkan pada 1974, jumlah hari cuti yang diambil oleh ayah di Swedia meningkat dari 1% menjadi 30%. Peningkatan semakin pesat pada 1995 ketika pemerintah memberikan hak cuti khusus 30 hari untuk ayah, yang membuat partisipasi melonjak hingga 75%.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan